BerandaNTBLOMBOK BARATPendaftar Membeludak, Kekurangan Ruang Kelas Bertahun-tahun di SMKN 1 Gerung Butuh Ditangani

Pendaftar Membeludak, Kekurangan Ruang Kelas Bertahun-tahun di SMKN 1 Gerung Butuh Ditangani

Giri Menang (Suara NTB) – Jumlah pendaftar pada SPMB tahun ajaran 2026/2027 di SMKN 1 Gerung Lombok Barat membeludak. Pihak sekokah kewalahan menampung pendaftar, karena terkendala kekurangan ruang kelas yang jumlahnya mencapai 16 lokal.

Untuk itu, pihak sekolah berharap agar pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) segera dilakukan, mengingat hal ini telah lama menjadi kendala SMKN 1 Gerung. Kepala SMKN 1 Gerung Hj. Erni Zuhara menyebutkan sejauh ini jumlah pendaftar telah menyentuh angka 516 orang.

Jumlah ini diperkirakan terus bertambah karena pendaftaran yang baru dari domisili saja tercatat pendaftar sebanyak 516 orang. Sementara kuota yang telah ditetapkan oleh Dinas Dikpora NTB sebanyak 11 Rombel (rombongan belajar) yang berjumlah 396 siswa.

Sementara jumlah pendaftar mencapai 150 persen dari kuota yang telah ditetapkan Dikpora. “Itu artinya, kami kemungkinan besar tidak akan menerima sejumlah tiga kelas. Kalau ini terus berkembang, karena ini (SPMB) masih dalam proses juga, terakhir kami akan gunakan prestasi rapor dan itu akan dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 4 Juni,” sebut Erni.

Yang mendesak perlu ditangani Pemprov, harap dia adalah kendala kekurangan RKB di sekolah tersebut. Kendala ini telah seringkali disampaikan oleh pihak sekolah, mulai dari awal persoalan ini mencuat di sekolah itu. Bahkan, keterbatasan RKB ini menjadi persoalan lama dialami sekolah itu, tetapi belum ditindak lanjuti Pemprov dalam hal ini Dikpora.

Terlebih dengan penambahan rombongan belajar di sekolah itu sebanyak dua Rombel, dari 31 menjadi 33 Rombel. Hal ini karena meningkatnya minat masyarakat menyekolahkan anaknya di sekolah itu. Tetapi dari 33 Rombel itu, masih terdapat kekurangan sekitar 16 RKB. Belum lagi, kata dia, ruang praktik siswa yang masih minim. Ditambah lagi, kondisi ruang kelas di sekolah itu yang membutuhkan rehabilitasi karena faktor usia gedung.

Gedung kelas rata-rata mengalami kerusakan sehingga perlu segera direhab. “Ditambah lagi kebutuhan yang saat ini dengan perkembangan jumlah Rombel kami, dari 31 menjadi 33 Rombel, kami kekurangan 16 ruang kelas,” imbuhnya.

Kondisi sekolah itu pun pernah ditinjau oleh Gubernur NTB. Pihaknya sendiri masih menunggu dari pihak Dikpora untuk tindaklanjutnya. “Tahun ini belum ada, tapi kami berharap mudah-mudahan paling tidak ada rehabilitasi karena mulai sedikit rawan kondisi bangunannya,” harap mantan Kepala SMAN 1 Gerung ini. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO