Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Bima menyiapkan lima festival budaya dan pariwisata yang akan digelar sepanjang 2026, sebagai rangkaian promosi budaya daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhammad Akbar, menyebutkan lima agenda tersebut meliputi Festival Kakara Lariti, Festival Sangiang Api, Festival Uma Lengge, Festival La Bibano, dan Festival Wadu Sura.
“Seluruh kegiatan akan dikemas dalam satu kalender wisata budaya daerah dengan pelaksanaan yang tersebar dari Agustus hingga Desember,” ujarnya, Senin (22/6).
Menurut Akbar, seluruh festival itu dirancang sebagai bagian dari pengembangan destinasi budaya di Kabupaten Bima. Kegiatan ini tidak dilaksanakan dalam satu waktu, melainkan tersebar secara berkelanjutan untuk memperkuat daya tarik wisata daerah.
Akbar menegaskan, meski digelar pada waktu berbeda, seluruh agenda tersebut tetap terintegrasi dalam Festival Pesona Dana Mbojo.
“Festival-festival itu nantinya akan menjadi rangkaian Festival Pesona Dana Mbojo walaupun diadakan di bulan yang berbeda. Dari bulan Agustus hingga Desember nanti,” katanya.
Dari kelima agenda tersebut, Festival Sangiang Api menjadi yang paling bergantung pada kondisi alam. Kegiatan ini mengandalkan arah dan kekuatan angin, karena berkaitan dengan perlombaan perahu tradisional.
Festival Pesona Dana Mbojo juga akan dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan pendukung, seperti atraksi seni budaya tradisional Bima, pertunjukan seni kontemporer, kolaborasi musik tradisional oleh talenta lokal, lomba peragaan busana tenun Bima antar kepala perangkat daerah, camat, dan umum, serta lomba LASQI. Sebelum rangkaian festival tersebut dimulai terang Akbar, Pawai Budaya Rimpu akan lebih dahulu digelar pada 29 Juni 2026 dalam rangka Hari Jadi Bima ke-328.
Kegiatan ini melibatkan peserta dari seluruh kecamatan, OPD, serta komunitas budaya di Kabupaten Bima.
Akbar menyebut tidak ada target khusus jumlah peserta, namun keterlibatan berbagai unsur masyarakat dipastikan akan membuat pawai berlangsung meriah.
“Kita gak target. Yang jelas akan diikuti oleh kontingen seluruh Kecamatan, OPD dan komunitas,” ujarnya.
Selain peserta lokal, pemerintah daerah juga membuka ruang partisipasi wisatawan luar daerah. Salah satunya komunitas Keluarga Overland Indonesia yang dijadwalkan turut mengikuti rangkaian kegiatan budaya tersebut.
“Insyaallah ada Keluarga Overland Indonesia yang hadir bersamaan dengan acara ini. Setelah Camp di Festival Kakara dan di Uma Lengge, tangg 29 pagi mereka turun bertepatan dengan Pawai Rimpu,” jelasnya.
Pemkab Bima menilai rangkaian festival ini sebagai bagian dari upaya memperkuat promosi budaya sekaligus mendorong pariwisata berbasis kearifan lokal Dana Mbojo. (hir)

