Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, masih mengkaji penanganan lanjutan jembatan penghubung di Desa Mungkin, Kecamatan Orong Telu. Jembatan ini rusak akibat diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.
“Kita sudah turunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan lebih lanjut termasuk skema penanganan yang dilakukan nantinya termasuk kebutuhan anggarannya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa, Muhammad Nur Hidayat, pada Selasa (23/6).
Dayat melanjutkan, penanganan terhadap jembatan tersebut menjadi atensi untuk dituntaskan. Sebab berdasarkan data puluhan kepala keluarga (KK) yang merasakan dampak pasca rusaknya jembatan tersebut.
Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya bagi masyarakat di sekitar lokasi. Jembatan ini diketahui sudah terbangun sejak lama saat program pusat berada di desa,sehingga kerusakan yang terjadi saat ini harus segera ditangani agar masyarakat tidak lagi terganggu.
“Jembatan ini sudah terbangun sejak lama oleh desa melalui anggaran PNPM dulu. Kami pun menargetkan hasil kajian tersebut segera rampung sehingga bisa langsung kita eksekusi,” ujarnya.
Pemkab Sumbawa sebelumnya sudah membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk dilakukan review oleh Inspektorat dan tim teknis lainnya. Hal itu dilakukan agar dalam penanganan tidak terjadi hal- hal yang tidak diinginkan.
Menurutnya, penanganan terhadap jembatan ini tetap dilakukan meski dengan anggaran yang terbatas. Karena sifatnya hanya untuk memperbaiki tiang penyangga dan bantalan yang rusak akibat terhantam banjir.
“Tetap kita tangani, meski anggaran yang kita miliki sangat terbatas. Sehingga akses masyarakat tidak lagi terganggu,” tambahnya.

