Mataram (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram menyiagakan alat deteksi dini atau Early Warning System (EWS) di sejumlah titik strategis sepanjang garis pantai.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan pantai selama libur panjang semester sekolah.
Kepala BPBD Kota Mataram, Budi Wartono, mengatakan pihaknya telah mengaktifkan dan menyiagakan EWS di sejumlah kawasan pesisir, terutama pada objek wisata yang ramai dikunjungi masyarakat, seperti Pantai Loang Baloq, Pantai Gading, Pantai Tanjung Karang, dan sejumlah lokasi lainnya.
Selain menyiagakan perangkat peringatan dini, BPBD juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pengawasan ketat terhadap anak-anak yang menghabiskan waktu liburan di pantai.“Imbauan ini kami sampaikan karena adanya potensi bahaya arus bawah laut yang sering kali tidak terlihat secara kasat mata,” ujarnya, Rabu (24/6).
Budi menegaskan, berbagai kejadian kecelakaan laut yang melibatkan anak-anak tidak boleh terulang kembali. Menurutnya, banyak kasus terjadi karena anak-anak mandi atau bermain di pantai tanpa pengawasan orang tua, sementara kondisi arus bawah laut sedang kuat akibat perubahan gelombang dan arus pantai.
“Jangan sampai terulang lagi kejadian anak-anak mandi tanpa pengawasan orang tua. Mereka tidak mengetahui adanya arus bawah laut yang sedang menarik akibat perubahan gelombang pantai. Kondisi inilah yang dapat menyeret pengunjung, terutama anak-anak,” jelasnya.
BPBD Kota Mataram, lanjut Budi, akan terus memberikan edukasi dan imbauan secara berkala kepada masyarakat. Ia menegaskan pihaknya tidak melarang warga menikmati liburan di kawasan pantai, namun aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama.
“Kita tidak melarang masyarakat berlibur. Namun, kepada para orang tua kami minta agar anak-anak tetap berada dalam pengawasan dan tidak dilepas begitu saja saat berada di pantai,” pesannya.
Mantan Camat Mataram tersebut menjelaskan, saat ini terdapat empat unit EWS yang aktif memantau kondisi gelombang laut. Perangkat tersebut ditempatkan di Pantai Gading, Pantai Loang Baloq, Pantai Meninting, dan Pantai Mapak Indah.
Keberadaan EWS di lokasi-lokasi tersebut diharapkan dapat membantu pemantauan kondisi pesisir sekaligus memberikan peringatan dini apabila terjadi situasi darurat yang berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.
Imbauan BPBD Kota Mataram tersebut tidak lepas dari sejumlah peristiwa tragis yang terjadi dalam setahun terakhir di kawasan pesisir Kota Mataram. Beberapa kasus korban tenggelam akibat hantaman ombak dan tarikan arus bawah laut telah merenggut nyawa anak-anak, sehingga kewaspadaan masyarakat, khususnya para orang tua, dinilai sangat penting selama musim liburan berlangsung. (pan)

