BerandaNTBKOTA MATARAMGuru dari SDN yang Merger akan Didistribusikan ke Sekolah Kekurangan Tenaga Pendidik

Guru dari SDN yang Merger akan Didistribusikan ke Sekolah Kekurangan Tenaga Pendidik

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Kota Mataram segera mendistribusikan guru ke sejumlah sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidik. Langkah ini dilakukan menyusul kebijakan penggabungan (merger) beberapa sekolah dasar negeri (SDN) yang mulai diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027.

Pada tahun ajaran baru ini, terdapat empat sekolah yang menjalani proses penggabungan. SDN 19 Mataram digabungkan dengan SDN 15 Mataram, sedangkan SDN 11 Ampenan dilebur ke SDN 14 Mataram.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Yusuf, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerataan tenaga pendidik di seluruh sekolah dasar negeri di Kota Mataram.“Ini dalam rangka pemerataan guru,” ujarnya, Rabu (24/6).

Menurut Yusuf, guru yang sebelumnya bertugas di sekolah yang digabungkan akan ditempatkan di sekolah lain yang masih membutuhkan tenaga pendidik. Distribusi tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.

Ia menjelaskan, penempatan guru dari sekolah yang merger akan diprioritaskan ke sekolah-sekolah yang lokasinya berdekatan guna meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan.

“Kita sebarkan ke sekolah-sekolah yang kekurangan guru,” katanya.Yusuf mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat sejumlah SDN di Kota Mataram yang mengalami kekurangan guru. Karena itu, Dinas Pendidikan melakukan redistribusi tenaga pendidik, baik aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN, untuk memenuhi kebutuhan di masing-masing sekolah.

Menurutnya, pemerataan tenaga pendidik menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dengan jumlah guru yang lebih proporsional, proses belajar mengajar diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.

Selain melakukan penggabungan sekolah, Dinas Pendidikan Kota Mataram juga mulai melakukan penyesuaian nama sekolah pada tahun ajaran 2026. Saat ini, jumlah sekolah dasar negeri di Kota Mataram tercatat sebanyak 142 sekolah.

Sementara itu, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) telah dimulai sejak Senin, 22 Juni 2026.

Menanggapi kendala pada sistem pendaftaran daring yang sempat mengalami gangguan pada hari pertama pelaksanaan, Yusuf memastikan masalah tersebut telah ditangani oleh tim teknis.“Tim teknis bergerak untuk menyelesaikan masalah itu. Sistemnya sedang ada perbaikan sedikit, tapi setelah itu sudah normal kembali,” jelasnya.

Ia menegaskan, proses penerimaan murid baru secara umum berjalan lancar. Dinas Pendidikan juga akan terus memantau pelaksanaan SPMB serta distribusi guru untuk memastikan layanan pendidikan pada tahun ajaran baru dapat berjalan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO