BerandaNTBLOMBOK UTARAPerubahan HPS Akibat Kenaikan Harga BBM Jadi Sebab Realisasi Proyek Lambat

Perubahan HPS Akibat Kenaikan Harga BBM Jadi Sebab Realisasi Proyek Lambat

Tanjung (Suara NTB) – Realisasi program fisik di Kabupaten Lombok Utara (KLU) diakui mengalami pelambatan eksekusi. Salah satu faktor sebab adalah kenaikan harga BBM yang mengharuskan pemerintah daerah melakukan penyesuaian pada Harga Perkiraan Sendiri (HPS).


Hal tersebut diungkapkan Plt. Kepala Dinas PUPR Perkim Lombok Utara, Bambang Gunawan, ST. MT., melalui Kepala Bidang Bina Marga, T.A Sahgiwan, ST., Rabu (24/6/2026).


Ia menjelaskan, proses tender program fisik di Lombok Utara tidak bisa dilakukan lebih cepat akibat lonjakan harga material konstruksi sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pihaknya pun harus menyesuaikan kembali dokumen perencanaan dan HPS.
“Awalnya paket pekerjaan ini sudah siap lebih awal. Namun karena terjadi kenaikan harga bahan baku, terutama yang berkaitan dengan aspal dan BBM, maka kami harus melakukan penyesuaian agar perencanaan dan anggaran tetap realistis,” ungkapnya.


Sahgiwan menyatakan, program fisik tahun 2026 yang siap ditayangkan Dinas PUPR termasuk pengerjaan ruas jalan di 5 kecamatan dengan pagu keseluruhan sebesar Rp 10 miliar lebih. Berdasarkan proses yang berjalan di LPSE – pada PBB, Setda KLU, program ini masih berada pada tahap masa sanggah pihak ketiga.


Ia menyebutkan, kelima paket pekerjaan yang akan dieksekusi sesuai dengan perencanaan awal. Diantaranya, ruas jalan Akar-Akar–Pawang Timpas di Kecamatan Bayan dengan estimasi pekerjaan sekitar 800 – 900 meter; ruas Lenggorong–Pansor (Kecamatan Kayangan) dengan estimasi pengerjaan 800-1 km; ruas jalan Gondang– Baru Murmas (Kecamatan Gangga) dengan estimasi pekerjaan 700 meter dari total panjang jalan 2,5 km.


Selanjutnya di Kecamatan Tanjung, ruas jalan yang dikerjakan adalah Leong Barat, sekaligus penghubung melingkar ke Leong Timur dengan Estimasi pekerjaan lebih 1,2 km, serta ruas jalan Menggala–Jeruk Manis (kecamatan Pemenang) yang terhubung langsung dengan jalan provinsi.


Selain perbaikan badan jalan, proyek tersebut juga mencakup penyesuaian elevasi pada area oprit jembatan guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.


Menurut Sahgiwan, proses tender saat ini masih memasuki masa sanggah yang akan berlangsung hingga awal Juli mendatang. “Jika tidak ada sanggah banding, target penandatanganan kontrak dapat dilakukan pada pertengahan Juli 2026,” imbuhnya.


Dari proses lelang yang berjalan saat ini, pihaknya optimis pekerjaan dapat dituntaskan sebelum akhir tahun 2026. Mengingat dari jadwal yang direncanakan, pekerjaan dilaksanakan oleh pihak ketiga selama 5 bulan. (ari)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO