Kota Bima (Suara NTB) – Pemerintah pusat kembali menggelontorkan anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur pendidikan di Kota Bima. Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Bima ditetapkan sebagai salah satu dari 11 lokasi pembangunan madrasah di Indonesia. Nilai proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp10 miliar dengan konsep pembangunan ulang secara menyeluruh alias revitalisasi menyeluruh.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima, H. Mansyur, S.Ag., mengatakan, penetapan MTsN 1 sebagai penerima PHTC tahun 2026 menjadi kabar menggembirakan, karena NTB hanya memperoleh satu titik pada penetapan terakhir.
Sebelumnya pada 2025, Kota Bima juga mendapat dua paket pembangunan melalui program yang sama, yakni untuk MTsN 3 Kota Bima dan RA Perwanida II Kota Bima. Dengan demikian, dalam dua tahun terakhir telah memperoleh tiga paket pembangunan madrasah melalui program nasional tersebut.
“Alhamdulillah di tahun 2026 ini kita mendapat satu lagi. Bahkan dari SK terakhir itu hanya ada 11 titik se-Indonesia. Alhamdulillah, NTB mendapat satu titik, yaitu di MTsN 1 Kota Bima,” ujarnya, Jumat (26/6).
Menurutnya, pembangunan di MTsN 1 bukan sekadar rehabilitasi bangunan, melainkan penataan ulang seluruh kawasan sekolah. Tata letak gedung akan diubah, sehingga menghadirkan lingkungan yang lebih terbuka dan tertata.
Konsep pembangunan tersebut telah disepakati bersama Dinas PUPR Provinsi NTB dan kini memasuki tahap finalisasi desain. Proyek akan dilaksanakan dengan skema tahun jamaq mulai 2026 hingga 2027. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, peletakan batu pertama ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026.
Ia menambahkan, anggaran proyek masih dalam proses finalisasi. Namun, Kemenag memperkirakan nilainya akan melampaui Rp10 miliar, karena seluruh bangunan utama dibangun kembali dari awal. “Belum ada angka final, tapi saya yakin di atas Rp10 miliar,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan MTsN 1 berbeda dengan proyek di MTsN 3. Jika pembangunan di MTsN 3 lebih banyak berupa rehabilitasi dan penambahan beberapa gedung, maka di MTsN 1 seluruh kawasan sekolah akan dibangun ulang mulai dari pondasi.
Ia menambahkan, PHTC menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan madrasah, sehingga memperoleh dukungan pembangunan yang setara dengan satuan pendidikan lainnya.
“Ini yang kita syukuri dari program PHTC Bapak Presiden. Madrasah mendapat porsi yang sama dalam peningkatan sarana dan prasarana,” pungkasnya.
Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Agama merupakan bagian dari program prioritas nasional yang bertujuan merevitalisasi sarana dan prasarana madrasah yang mengalami kerusakan. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi Kementerian Agama dan Kementerian Pekerjaan Umum, serta secara bertahap menyasar berbagai madrasah di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat. (hir)

