Mataram (Suara NTB) – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 juta setiap tahun untuk perawatan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL). Anggaran tersebut digunakan untuk memastikan lampu penerangan di kawasan permukiman tetap berfungsi optimal sehingga dapat menunjang keamanan, kenyamanan, dan aktivitas masyarakat pada malam hari.
Selain bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Disperkim, pemeliharaan PJL juga mendapat dukungan dari anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kota Mataram. Dukungan tersebut dimanfaatkan untuk memperluas cakupan pemeliharaan maupun penambahan titik lampu di sejumlah lingkungan.
Kepala Disperkim Kota Mataram, Muhammad Nazaruddin Fikri, menjelaskan anggaran Rp400 juta tersebut dibagi menjadi dua pos, masing-masing Rp200 juta untuk pengadaan suku cadang dan Rp200 juta untuk penyisipan atau penambahan titik lampu penerangan.
“Anggaran dari kami sekitar Rp400 juta per tahun. Itu dibagi Rp200 juta untuk suku cadang dan Rp200 juta untuk penyisipan. Belum termasuk anggaran dari pokir dewan yang juga digunakan untuk perawatan PJL,” ujarnya, Jumat (26/6).
Menurut Nazaruddin, perawatan dilakukan secara berkala mengingat usia pakai lampu dan komponen kelistrikan yang sewaktu-waktu dapat mengalami kerusakan. Karena itu, pihaknya menilai masih adanya sejumlah titik lampu yang padam merupakan kondisi yang relatif dan tidak dapat dihindari sepenuhnya.
Meski demikian, Disperkim berkomitmen memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat. Setiap laporan mengenai lampu yang padam akan langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan untuk mengetahui penyebab kerusakan sekaligus melakukan perbaikan apabila memungkinkan.
“Kalau ada laporan masyarakat terkait PJL yang padam, kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan perbaikan,” katanya.
Nazaruddin yang akrab disapa Ujang menjelaskan masyarakat dapat berperan aktif membantu pengawasan kondisi PJL dengan melaporkan titik lampu yang mengalami gangguan kepada kepala lingkungan atau pemerintah kelurahan. Selanjutnya, laporan tersebut diteruskan melalui grup WhatsApp Mataram Siaga yang menjadi media koordinasi antarorganisasi perangkat daerah dalam menangani berbagai persoalan di lapangan.
Selain menindaklanjuti laporan, Disperkim juga melakukan pemantauan rutin untuk mengantisipasi kerusakan yang berpotensi mengganggu penerangan di lingkungan permukiman.
Ujang menegaskan, saat ini seluruh lingkungan di 50 kelurahan yang ada di Kota Mataram telah terpasang Penerangan Jalan Lingkungan. Ke depan, Disperkim akan terus meningkatkan kualitas pemeliharaan agar seluruh fasilitas penerangan tetap berfungsi optimal dan mampu mendukung keamanan lingkungan, terutama pada malam hari.
Ia berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas penerangan yang telah tersedia dan segera melaporkan apabila menemukan lampu yang padam atau mengalami kerusakan. Dengan keterlibatan masyarakat, proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga pelayanan penerangan jalan di Kota Mataram tetap terjaga dengan baik. (pan)

