BerandaNTBKOTA MATARAMProduksi Tongkol Nelayan Mataram 2.000 Ton per Tahun, Pasokan Masih Bergantung dari...

Produksi Tongkol Nelayan Mataram 2.000 Ton per Tahun, Pasokan Masih Bergantung dari Luar

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram, mencatat produksi ikan tongkol hasil tangkapan nelayan di Kota Mataram mencapai sekitar 2.000 ton per tahun. Namun, jumlah tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sehingga pasokan masih bergantung pada daerah lain.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kota Mataram, Mulyadi Tundru, mengatakan produksi tongkol nelayan lokal hanya mampu memenuhi sekitar 15–20 persen dari total kebutuhan masyarakat Kota Mataram.

Dengan keterbatasan produksi tersebut, pasokan ikan tongkol di Kota Mataram masih mengandalkan distribusi dari sejumlah daerah di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa untuk menjaga ketersediaan stok di pasaran.

“Sebagian besar kebutuhan tongkol warga Mataram masih dipenuhi dari luar Mataram,” ujarnya, Jumat (26/6).

Menurut Mulyadi, pasokan dari daerah penyangga dinilai cukup efektif menjaga stabilitas ketersediaan ikan tongkol sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi sepanjang tahun.

Berdasarkan data DKP Kota Mataram, sekitar 75–80 persen pasokan ikan tongkol yang beredar di pasar masih berasal dari luar Kota Mataram.

Ia menjelaskan, capaian produksi tongkol nelayan dievaluasi setiap semester. Saat ini, pihaknya masih melakukan penghitungan hasil tangkapan semester I 2026 untuk mengejar target produksi tahunan sebesar 2.000 ton.

“Untuk semester pertama ditargetkan sekitar 1.000 ton lebih. Data hasil tangkapan masih kami olah hingga akhir Juni,” katanya.

Meski demikian, Mulyadi optimistis target produksi tahunan dapat tercapai. Menurutnya, peningkatan produksi didukung oleh berbagai program bantuan sarana dan prasarana penangkapan ikan yang diberikan kepada nelayan.

“Biasanya target produksi tahunan bisa tercapai karena ada intervensi bantuan alat tangkap dan sarana pendukung yang berpengaruh terhadap hasil tangkapan nelayan,” ujarnya.

Hasil tangkapan nelayan, lanjut Mulyadi, sebagian besar dipasarkan melalui pedagang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Mataram. Apabila hasil tangkapan melimpah dan kebutuhan lokal telah tercukupi, ikan tongkol juga dipasarkan ke luar daerah.

“Kalau produksinya berlebih biasanya dikirim ke Bali. Sebaliknya, ketika pasokan berkurang, kita mendatangkan ikan dari daerah timur,” katanya.

Sementara itu, harga ikan tongkol di Kota Mataram saat ini masih relatif stabil, dengan harga tertinggi sekitar Rp15.000 per kilogram. Namun, apabila pasokan menurun, harga berpotensi naik melampaui kisaran tersebut. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO