Kota Bima (Suara NTB) – Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Oi Mbo setiap hari menerima sekitar 80-100 ton sampah dari seluruh wilayah Kota Bima. Pengelolaan kawasan landfill diperkuat melalui kegiatan pelapisan tanah (soil cover). Tujuannya sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kualitas pengelolaan persampahan.
Kepala DLH Kota Bima, Syahrial Nuryadin, mengatakan pelapisan tanah merupakan salah satu tahapan penting dalam operasional TPA. Sebelum dilakukan pelapisan, tim UPT Pengolahan Sampah terlebih dahulu menata dan memadatkan timbunan sampah menggunakan alat berat berupa excavator dan bulldozer, agar permukaannya lebih stabil dan siap ditutup dengan lapisan tanah.
“Pelapisan tanah merupakan salah satu tahapan penting dalam pengelolaan TPA karena berfungsi mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” ujarnya pekan kemarin.
Menurut dia, tingginya volume sampah yang masuk ke TPA Oi Mbo setiap hari membuat pengelolaan landfill harus dilakukan secara optimal. Selain menjaga kondisi area pembuangan tetap tertata, pelapisan tanah juga menjadi bagian dari prosedur pengelolaan yang bertujuan menekan berbagai dampak yang ditimbulkan dari timbunan sampah.
“Selain membantu mengendalikan bau yang ditimbulkan dari timbunan sampah, kegiatan ini juga berfungsi menekan perkembangbiakan vektor penyakit seperti lalat dan tikus, mengurangi sampah yang beterbangan akibat tiupan angin, serta meminimalkan terbentuknya gas metana yang berpotensi memicu kebakaran,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar pekerjaan rutin, melainkan bagian dari upaya meningkatkan sistem pengelolaan persampahan yang lebih baik. DLH terus berupaya melakukan berbagai pembenahan, agar pengelolaan TPA berlangsung lebih tertib, aman, dan memperhatikan aspek perlindungan lingkungan.
“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya peningkatan sistem pengelolaan TPA menuju pengelolaan yang lebih baik dan ramah lingkungan, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meninggalkan pola open dumping secara bertahap menuju sistem pengelolaan yang lebih terkendali,” ujarnya.
Syahrial menambahkan, kegiatan pelapisan tanah akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari optimalisasi operasional TPA. Dengan langkah tersebut, pengelolaan sampah diharapkan semakin efektif sekaligus mampu meminimalkan dampak terhadap masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan TPA Oi Mbo.
Ia berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan persampahan di Kota Bima. Di tengah volume sampah yang mencapai 80 hingga 100 ton per hari, pengelolaan TPA Oi Mbo yang lebih baik dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung terwujudnya Kota Bima yang bersih, sehat, indah, dan berkelanjutan. (hir)

