BerandaNTBLOMBOK TENGAHSosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Unizar, Wabup Loteng Dorong Pegawai Lanjutkan Pendidikan Tinggi

Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Unizar, Wabup Loteng Dorong Pegawai Lanjutkan Pendidikan Tinggi

Mataram (Suara NTB) – Wakil Bupati Lombok Tengah (Wabup Loteng), Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., mendorong para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Wabup mengajak agar para pegawai memanfaatkan kesempatan penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi untuk meningkatkan pendidikan mereka.

Hal itu disampaikan Wabup Loteng di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, Jumat (26/6/2026). Saat itu Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) berkesempatan menyosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027.

Kegiatan sosialisasi itu memanfaatkan momen berkumpulnya ratusan pegawai saat pelaksanaan senam pagi rutin Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Tim PMB Unizar untuk memperkenalkan berbagai program pendidikan yang dapat diakses oleh para ASN, PPPK, maupun masyarakat yang ingin melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Kegiatan senam pagi tersebut dihadiri Wabup Loteng, H. M. Nursiah, Sekretaris Daerah :oteng, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh ASN dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

Di sela-sela kegiatan, Wakil Bupati Lombok Tengah memberikan kesempatan kepada Tim PMB Unizar untuk menyampaikan informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru kepada seluruh peserta yang hadir.

“Kepada seluruh pegawai yang ingin melanjutkan kuliah, sudah hadir dari Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) untuk memberikan informasi terkait Penerimaan Mahasiswa Baru. Silakan dimanfaatkan kesempatan ini bagi yang ingin meningkatkan pendidikan,” ujar Wabup.

Unizar Buka Kesempatan Berkuliah bagi ASN, PPPK, dan Masyarakat Umum

Dalam sosialisasi tersebut, Koordinator Tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unizar Tahun Akademik 2026/2027, Asmadi, S.P., M.P., menjelaskan, Unizar membuka kesempatan seluas-luasnya bagi ASN, PPPK, maupun masyarakat umum untuk melanjutkan pendidikan melalui program kelas pagi dan kelas sore yang dirancang agar tetap dapat diikuti oleh para pekerja.

Menurutnya, Unizar saat ini memiliki tujuh fakultas dengan 12 program studi yang telah terakreditasi dan terus berkembang mengikuti kebutuhan dunia kerja serta perkembangan ilmu pengetahuan.

“Unizar memiliki tujuh fakultas dengan dua belas program studi yang dapat menjadi pilihan masyarakat sesuai minat dan kebutuhan karier. Selain itu, pada tahun akademik ini kami juga akan membuka Program Pascasarjana Magister Manajemen Bisnis Syariah sebagai bagian dari pengembangan pendidikan pascasarjana di Unizar,” jelas Asmadi.

Adapun tujuh fakultas yang dimiliki Unizar meliputi: Fakultas Teknik, dengan Program Studi Teknik Sipil dan Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dengan Program Studi Ekonomi Pembangunan dan Akuntansi, Fakultas Pertanian, dengan Program Studi Agribisnis dan Agroekoteknologi, Fakultas Hukum, dengan Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), dengan Program Studi Biologi, Fakultas Kedokteran, dengan Program Studi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter, Fakultas Agama Islam, dengan Program Studi Ekonomi Syariah dan Manajemen Bisnis Syariah.

Menurut Asmadi, keberagaman program studi tersebut memberikan banyak pilihan bagi calon mahasiswa, baik yang baru lulus SMA maupun pegawai yang ingin meningkatkan kompetensi akademik untuk mendukung pengembangan karier.

Dalam kesempatan itu, Asmadi juga mengajak seluruh ASN dan PPPK untuk memanfaatkan kesempatan pendaftaran yang saat ini telah memasuki Gelombang III.

“Pendaftaran mahasiswa baru saat ini sudah memasuki Gelombang III yang dibuka mulai 15 Juni hingga 25 Agustus 2026. Calon mahasiswa dapat melakukan pendaftaran secara mudah melalui website resmi PMB Unizar di https://pmb.unizar.ac.id/,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sistem pendaftaran secara daring memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk ASN yang memiliki keterbatasan waktu karena aktivitas pekerjaan. (ron)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO