BerandaNTBLOMBOK TENGAHPaskibraka Kabupaten Loteng, SMAN 1 Praya Kirim Wakil Terbanyak

Paskibraka Kabupaten Loteng, SMAN 1 Praya Kirim Wakil Terbanyak

Praya (Suara NTB) – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tahun 2026 akhirnya terbentuk setelah melalui proses seleksi ketat sejak awal tahun kemarin. Sebanyak 33 siswa dari berbagai SMA sederajat dinyatakan lolos seleksi sebagai anggota Paskibraka kabupaten. Dengan SMA Negeri 1 Praya menjadi sekolah dengan wakil terbanyak sebanyak 13 siswa.

Tidak hanya di kabupaten saja, dua siswa SMAN 1 Praya yakni Tsamara Ufaira Azka dan Aizar Ahmad Syuja sukses terpilih mewakili Loteng sebagai anggota Paskibraka Provinsi NTB. Bersama Lalu Deni Rahman, wakil dari SMAN 1 Batukliang.

Untuk tingkat nasional, SMAN 1 Praya juga berhasil mengirim satu wakilnya atas nama Belvana Rolanda Vindia Kurniawan. Sehingga secara keseluruhan SMAN 1 Praya berhasil mengirim 16 siswanya untuk menjadi anggota Paskibraka ditingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

Dikonfirmasi terkait proses seleksi anggota Paskibraka, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politisi Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) Loteng Murdi, AP., M.Si., menegaskan sudah dinyatakan selesai. Dengan terpilihnya sebanyak 33 anggota Paskibaraka Loteng. “Setelah ini mereka selanjutnya akan mengikuti pelatihan yang rencannya akan dilaksanakan mulai akhir Juli mendatang,” sebutnya.

Terpilih karena Memenuhi Kualifikasi sebagai Paskibraka

Disinggung terkait banyaknya siswa SMAN 1 Praya yang terpilih sebagai anggota Paskibraka, Murdi menegaskan, karena itu yang memang layak dari sisi kualifikasinya. Dalam proses seleksi, tegasnya pihaknya tidak memandang asal siswa dari sekolah mana. Hanya melihat kualifikasi yang dimiliki.

“Yang terpilih ini berarti mereka yang memenuhi kualifikasi yang ditentukan. Kita tidak bicara asal sekolahnya dari mana. Kalau kemudian banyak yang berasal dari SMAN 1 Praya ya karena itu yang memenuhi kualifikasi,” tegasnya.

Ia mengatakan, proses seleksi dilakukan secara terbuka. Semua siswa diberikan kesempatan yang sama untuk ikut seleksi. Dari 300 lebih siswa yang mendaftar, itu berasal dari hamper semua SMA sederajat di Loteng. Bahkan ada juga dari kalangan santri pondok pesantren.

“Kita tidak pernah membatasi siswa untuk ikut mendaftar dalam seleksi paskibraka. Semua bisa ikut seleksi. Tapi yang pasti hanya yang memenuhi kualifikasi yang terpilih,” tandas mantan Staf Ahli Bupati Loteng ini. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO