PEMERINTAH Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, mengintensifkan upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menggencarkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan edukasi kepada masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi menghadapi anomali cuaca yang dinilai berpotensi meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD.
Pemerintah kelurahan berkoordinasi dengan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan pihak puskesmas untuk memperkuat pengawasan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Kegiatan itu dilakukan melalui penyisiran rumah-rumah warga, pemeriksaan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, hingga penyampaian edukasi mengenai pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat.
Lurah Pejeruk, Lalu Bagus Afriandy, mengatakan pencegahan DBD tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, warga didorong rutin melaksanakan PSN secara mandiri dengan menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air.
“Kami menyisir rumah-rumah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk sambil memberikan imbauan kepada masyarakat agar rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” ujarnya, Selasa (30/6).
Menurut Bagus, kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan banyak genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.
Karena itu, masyarakat diminta lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, termasuk memastikan saluran drainase tetap lancar, rutin menguras bak mandi maupun tempat penampungan air lainnya, serta tidak membiarkan kaleng, botol, ban bekas, dan berbagai wadah yang dapat menampung air hujan berserakan di sekitar rumah.
Selain menggiatkan PSN, Pemerintah Kelurahan Pejeruk juga berkoordinasi dengan puskesmas untuk memperoleh pasokan bubuk Abate yang akan dibagikan kepada warga. Bubuk tersebut digunakan pada tempat-tempat penampungan air yang sulit dikuras sebagai langkah mencegah berkembangnya jentik nyamuk.
Bagus menilai pemberian Abate merupakan langkah pendukung dalam pengendalian DBD. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada kedisiplinan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan fogging sebagai solusi utama dalam pencegahan DBD.
Menurutnya, fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik dan telur nyamuk tetap dapat bertahan apabila sumber perkembangbiakannya tidak diberantas. Selain itu, penggunaan fogging secara berlebihan juga berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan akibat paparan asap.
Ia berharap keterlibatan seluruh elemen masyarakat dapat menekan risiko penyebaran DBD di wilayah Kelurahan Pejeruk, terutama selama periode anomali cuaca yang berpotensi meningkatkan kasus penyakit tersebut. (pan)

