Tanjung (Suara NTB) – Pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai menyiapkan langkah strategis untuk membentuk Tim Voli yang bisa berkompetisi di berbagai ajang baik tingkat provinsi maupun nasional. Agenda terdekat yang akan dilakukan adalah menggelar turnamen voli antar sekolah, baik tingkat SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA.
Ketua PBVSI KLU, Artadi, S.Sos., Selasa (30/6/2026) mengungkapkan, turnamen antar-siswa sekolah menjadi agenda terdekat sekaligus prioritas dalam penggalian bakat dan minat generasi muda di ajang olahraga. Turnamen ini akan dijadikan sebagai wahana untuk seleksi sekaligus rekrutmen Tim Voli KLU yang akan bertanding mewakili daerah pada berbagai ajang.
“Dalam waktu dekat, kita akan bersurat ke semua sekolah SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA se KLU untuk mempersiapkan atau mengirim pemain-pemain yang ada di masing-masing sekolah untuk berpartisipasi pada turnamen tingkat Kabupaten. Tujuannya untuk melihat sekaligus seleksi atlet-atlet voli yang berbakat sebagai Tim Voli PBVSI KLU,” ungkap Artadi.
Ia menjelaskan, turnamen ini menjadi program PBVSI yang akan diupayakan dapat digelar secara konsisten setiap tahunnya. Ajang ini diharapkan akan menjembatani bakat dan minat cabor voli di kalangan generasi muda, khususnya kalangan pelajar.
Dikatakan, rencana pelaksanaan Turnamen Voli Antar-Pelajar akan digelar setelah penyelenggaraan Kapolres KLU Cup I – 2026. Turnamen ini sendiri akan memasuki fase final pada Selasa (30/6) malam.
Artadi yang juga Anggota Komisi II DPRD KLU ini mengatakan, open turnamen di kalangan pelajar penting untuk digelar. Pihaknya bahkan akan menyiapkan turnamen secara berjenjang, yaitu turnamen voli tingkat SMP/MTs dan turnamen voli tingkat SMA/SMK/MA.
“Sehingga ke depan PBVSI KLU sudah memiliki potret pemain-pemain voli yang siap bertanding di kelompok umur,” imbuhnya.
Selain seleksi tim voli generasi muda, Artadi juga memandang penting keberadaan infrastruktur pendukung dalam proses pembinaan atlet voli. Di mana, PBVSI KLU sudah harus memiliki lapangan voli standar kabupaten. Namun demikian, perencanaan pengembangan voli tersebut masih dihadapkan pada kemampuan keuangan daerah yang terbatas.
Selain itu, sarana dan prasarana voli juga diharapkan tersedia di masing-masing sekolah. Fasilitas ini penting karena ketersediaannya tidak hanya dimanfaatkan oleh siswa sekolah, tetapi juga kelompok pemuda sekitar.(ari)

