BerandaNTBLOMBOK UTARABupati KLU Apresiasi Festival Malaka, Wujud Nyata Pelestarian Budaya Bahari

Bupati KLU Apresiasi Festival Malaka, Wujud Nyata Pelestarian Budaya Bahari

- Advertisement -

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Lombok Utara mengapresiasi gelaran Festival Malaka ke-4 yang diadakan masyarakat Desa Malaka di Pantai Pandanan, Sabtu (15/8/2026). Festival tersebut merupakan wujud nyata partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya bahari di Lombok Utara.

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., menyampaikan kegiatan Festival Malaka merupakan wujud pelestarian budaya bahari sekaligus strategi cerdas mengintegrasikan event budaya dengan destinasi wisata.

“Desa Malaka bukan sekadar penunjang pariwisata Gili, tetapi adalah desa wisata itu sendiri, saya menyaksikan bagaimana aktivitas sehari-hari masyarakatnya berada di tepi pantai, Ini adalah contoh kreativitas yang perlu ditiru oleh desa-desa lain,” ujarnya.

Dikatakan Najmul, OPD Pemda Lombok Utara diminta untuk menggelar kegiatan pemerintah di lokasi-lokasi pariwisata. Langkah tersebut dipandang strategis, selain sebagai sarana promosi, juga mempertajam pemberdayaan ekonomi lokal.

“Ini agenda penting yang dilakukan sehingga kita semua bisa berkumpul di tempat wisata sekaligus merayakan tradisi,” tambahnya.

Bupati juga mengapresiasi konsistensi Pemerintah Desa Malaka yang telah menggelar festival ini selama empat tahun berturut-turut. Ia berharap agenda ini dapat terus berlanjut pada masa mendatang.

“Saya mengajak seluruh Kepala Desa dan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) yang hadir untuk menjadikan Festival Malaka sebagai benchmark pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal. Apa yang dilakukan Malaka hari ini adalah contoh program yang sangat baik,” tandasnya.

Sementara, Kades Malaka, H. Akmaludin Ikhwan menegaskan bahwa Festival Lomba Perahu Layar yang kini memasuki tahun keempat merupakan agenda tahunan strategis untuk melestarikan budaya bahari sekaligus mempromosikan Desa Malaka sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lombok Utara.

“Tujuan kami adalah bagaimana bisa bersama-sama, terutama warga Desa Malaka, melestarikan budaya bahari dan memperkenalkan wilayah kami yang notabene bagian dari tujuan pariwisata Kabupaten Lombok Utara,” ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat menyukseskan acara ini, mulai dari pemerintah daerah, stakeholder pariwisata, hingga komunitas pemuda lokal.

Festival Malaka tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga tradisional, tetapi juga simbol ketahanan budaya masyarakat pesisir Malaka.

“Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan kolaborasi lintas sektor, event ini diharapkan terus berkelanjutan sebagai ikon pariwisata bahari yang mengangkat kearifan lokal sekaligus menyemarakkan hari jadi daerah dan kemerdekaan Republik Indonesia,” tandasnya.

Ketua Panitia Festival Malaka Muhammad Abid Al-Jabiri Adnan melaporkan festival yang dilaksanakan memasuki tahun keempat menjadi wadah bagi pemuda Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, untuk menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

“Generasi muda Malaka harus tetap berakar pada tanah kelahiran meski telah menimba ilmu di luar, Kami kembali setelah bersekolah untuk membangun Malaka dan Lombok Utara agar SDM kita bergerak maju,” ujarnya

Abid juga memanfaatkan momentum ini untuk mengusulkan pemekaran Desa Malaka kepada Bupati Lombok Utara, dengan populasi lebih dari 10.000 jiwa dirinya menilai desa ini sudah memenuhi syarat administratif dan demografis untuk dimekarkan.

“Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah aksesibilitas yang terhambat oleh kontur bukit, sehingga pemekaran dinilai strategis untuk meningkatkan mobilitas dan pelayanan publik,” imbuhnya. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO