BerandaNTBKOTA MATARAMPerkuat Upaya Pencegahan DBD

Perkuat Upaya Pencegahan DBD

PEMERINTAH Kelurahan Abian Tubuh, Kecamatan Sandubaya, mengintensifkan upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah anomali cuaca yang berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Langkah yang dilakukan antara lain mengajak masyarakat menghindari genangan air di lingkungan, membersihkan saluran drainase, serta meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan.

Lurah Abian Tubuh, Adi Indra Pratama, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan puskesmas untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai penggunaan bubuk abate serta pentingnya menghilangkan sumber-sumber genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Langkah yang kami lakukan sebenarnya sederhana, yakni mengoptimalkan kebersihan lingkungan dan mengantisipasi munculnya jentik nyamuk di setiap wilayah yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan,” ujarnya, Kamis (2/7).

Adi menyebutkan, jumlah kasus DBD di Kelurahan Abian Tubuh terus mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga Juli 2026, tercatat hanya satu kasus DBD. Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan dengan terus menggencarkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin di seluruh lingkungan.

Menurutnya, dibandingkan kelurahan lain di Kecamatan Sandubaya, Kelurahan Abian Tubuh termasuk wilayah dengan jumlah kasus DBD yang relatif rendah. Pada 2025, jumlah kasus tidak mencapai puluhan, sedangkan beberapa kelurahan lain mencatat kasus lebih banyak.

“Intinya, kasus DBD di wilayah kami termasuk yang paling rendah. Pada 2025 jumlahnya tidak sampai puluhan. Yang relatif lebih banyak saat itu terjadi di Kelurahan Babakan,” katanya.

Meski demikian, terdapat satu wilayah yang menjadi perhatian, yakni Lingkungan Gedor. Beberapa bulan lalu, wilayah tersebut dilaporkan memiliki satu kasus DBD. Namun, pihak kelurahan belum dapat memastikan apakah pasien tertular di lingkungan tempat tinggalnya atau dari lokasi lain.

Adi menambahkan, kelompok yang paling rentan terserang DBD adalah anak-anak karena daya tahan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin melakukan PSN secara mandiri dengan membersihkan lingkungan serta menghilangkan berbagai wadah yang berpotensi menampung air, seperti kaleng, botol bekas, maupun barang-barang lain yang tidak terpakai.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu bergantung pada pengasapan (fogging). Menurutnya, fogging bukan merupakan solusi utama dalam pencegahan DBD dan penggunaannya secara berlebihan dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan akibat paparan asap maupun bahan kimia.

“Yang paling penting adalah memutus siklus perkembangbiakan nyamuk melalui PSN dan menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO