Taliwang (Suara NTB) – Kondisi di kawasan jalur dua di jalan Zainul Abdul Majid (ZAM) di Kota Taliwang, yang terlihat kotor menjadi perhatian masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengklaim pembersihan ruas jalan tersebut, tidak bisa dilakukan setiap hari karena keterbatasan anggaran.
Kepala DLH KSB, Aku Nur Rahmadin mengungkap, pembersihan jalan tersebut merupakan tanggung jawab instansinya. Namun, dengan kondisi anggaran yang terbatas sehingga belum mampu menugaskan petugas untuk membersihkan seluruh ruas jalan di dalam kota setiap hari.
“Jalur dua ZAM memang menjadi tanggung jawab DLH. Hanya saja, saat ini kami belum bisa melakukan pembersihan setiap hari,” cetusnya.
Rahmadin menjelaskan, selama ini pembersihan sejumlah ruas jalan dilakukan dengan menggandeng pihak ketiga. Skema tersebut disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah, sehingga belum semua jalan bisa terlayani secara rutin.
Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen meningkatkan pelayanan kebersihan. Ke depan, DLH KSB akan mengupayakan agar seluruh ruas jalan utama di dalam Kota Taliwang, termasuk jalur dua ZAM, dapat dibersihkan setiap hari. “Kami berupaya ke depan ruas-ruas jalan dalam kota bisa dibersihkan setiap hari. Itu menjadi target kami agar kebersihan kota semakin baik,” katanya.
Saat ini kata dia, petugas kebersihan difokuskan pada sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan. Lokasi yang dibersihkan setiap hari meliputi jalan utama di kompleks Kemutar Telu Center (KTC) – pusat perkantoran Pemda KSB, ruas Jalan Bung Karno di depan Pendopo Bupati dan Wakil Bupati, Alun-alun Taliwang, Taman Tiang Enam, serta Taman Selek. “Jalan ZAM dan sejumlah ruas jalan di dalam kompleks KTC belum dapat dibersihkan secara rutin setiap hari,” sebutnya.
Rahmadin berharap, masyarakat turut berperan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Partisipasi masyarakat kata dia, penting untuk menciptakan lingkungan kota yang bersih dan nyaman. “Kunci kebersihan itu adalah partisipasi semua pihak. Tak terkecuali masyarakat,” pungkasnya.(bug)

