BerandaNTBUnram Lepas 1.823 Mahasiswa KKN Periode Juli-Agustus 2026

Unram Lepas 1.823 Mahasiswa KKN Periode Juli-Agustus 2026

Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) resmi melepas 1.823 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa periode Juli–Agustus 2026 dengan tema KKN Pemberdayaan Masyarakat Desa Unram Program Berdampak, Desa Berdaya. Upacara pelepasan yang berlangsung khidmat ini digelar di halaman Rektorat Unram pada Rabu (1/7/2026).

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama seluruh jajaran pimpinan universitas, tamu undangan, dosen pembimbing lapangan, serta ribuan mahasiswa peserta KKN yang memadati lapangan rektorat.

Dalam laporannya, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram menyampaikan detail pelaksanaan KKN periode ini.

“Tercatat sebanyak 1.823 mahasiswa dilepas dan terbagi ke dalam 184 kelompok. Para mahasiswa tersebut akan didistribusikan ke empat kabupaten di Pulau Lombok, dengan rincian 33 desa di Lombok Barat, 42 desa di Lombok Tengah, 75 desa di Lombok Timur, dan 33 desa di Lombok Utara. Selain itu, terdapat satu kelompok KKN Internasional yang dikirim ke Vietnam,” ujar Dr. Andi Chairil Ichsan, S.Hut., M.Si.

Ketua LPPM menekankan bahwa KKN tahun ini merupakan wujud kolaborasi luas dengan berbagai institusi, mulai dari KKN Kolaboratif Nasional bersama Universitas Brawijaya dan Universitas Jenderal Soedirman, KKN Keamanan Pangan bersama BPOM, KKN Literasi dengan Perpustakaan Nasional RI, KKN Proklim bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan GIZ-Clarity, hingga KKN Tangguh Bencana berkolaborasi dengan SEAMEO RECFON.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa dan dosen pembimbing untuk selalu menjaga nama baik almamater serta fokus pada pemenuhan target kinerja program yang telah dirancang.

Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. dalam pengarahannya turut menegaskan bahwa KKN bukanlah momen bagi mahasiswa untuk sekadar datang dan mengajari masyarakat, melainkan ruang untuk belajar bersama.

“KKN itu bukan datang mengajarkan masyarakat, tetapi saudara datang untuk belajar bersama masyarakat. Mahasiswa membaca realitas di masyarakat, lalu menawarkan solusi dengan ilmu, kolaborasi, dan penuh empati,” ungkapnya.

Prof. Sukardi meminta agar desa dijadikan laboratorium pembelajaran di mana program yang lahir benar-benar tumbuh dari potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Lebih lanjut, Rektor ke-11 Unram menggarisbawahi bahwa keberhasilan KKN tidak diukur dari seberapa tebal laporan kertas yang dibawa pulang, melainkan seberapa besar dampak nyata yang ditinggalkan bagi masyarakat, serta kedewasaan berpikir yang diperoleh mahasiswa.

“Harapan saya, kembalilah dengan membawa dampak. Dampak itu hanya tiga kata kuncinya yaitu dampak secara ekonomi, dampak secara sosial, dan dampak terhadap lingkungan,” tuturnya.

Sebagai puncak acara, Rektor Unram menyerahkan atribut KKN secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa sebagai tanda pelepasan resmi ke lokasi masing-masing. Prosesi ini kemudian dirangkaikan dengan aksi bersama melepaskan burung merpati di halaman rektorat.

Pelepasan burung merpati ini menjadi simbolisasi dilepasnya mahasiswa KKN Unram periode Juli-Agustus 2026 ke berbagai penjuru daerah, membawa misi pengabdian yang berdampak, kemandirian, serta harapan untuk memberikan kebermanfaatan yang meluas bagi masyarakat NTB hingga internasional. (ron)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO