Mataram (Suara NTB) – Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Mataram menggelar asesmen terhadap siswa baru pada, Senin (6/7). Asesmen tersebut bertujuan untuk memetakan siswa berdasarkan ketunaannya. Tahapan ini diharapkan dapat menyusun program pembelajaran yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan khusus yang dimiliki oleh setiap individu anak.
Kepala SLBN 2 Mataram, Winarna mengatakan, sekolahnya sendiri telah menyelenggarakan seleksi penerimaan murid baru 2026. Pada SPMB tahun ini, SLBN 2 Mataram menerima 22 siswa baru. Proses seleksi dan verifikasi berkas sebelumnya telah berjalan dengan lancer, guna memastikan seluruh calon peserta didik mendapatkan hak pendidikan mereka.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya perlu mengidentifikasi hambatan setiap siswa. Dengan demikian, guru dapat memberikan pelayanan terbaik berdasar ketunaan siswa. Langkah awal ini dinilai sangat krusial, agar metode pengajaran, fasilitas pendukung, serta pendekatan emosional yang diterapkan di kelas nanti benar-benar adaptif terhadap keterbatasan siswa.
Winarna menjelaskan, asesmen tidak saja bertujuan untuk mengetahui ketunaan siswa, tetapi juga kemampuan siswa dalam bersosialisasi, kondisi motorik, hingga tingkat kemandiriannya. Deteksi menyeluruh ini akan menjadi fondasi dasar bagi tenaga pendidik dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
“Itu semua gambaran kompetensi dasar sebelum kita menganalisa akademiknya. Insyaallah hari Selasa, 14 Juli kita mulai MPLS,” ujarnya.
Dalam asesmen tersebut, pihak sekolah turut mengundang psikiatri dan psikolog. Pelibatan pakar tersebut dimaksudkan untuk memastikan diagnosis terhadap para siswa tepat dan akurat. Kehadiran para profesional ini membantu pihak sekolah menghindari kesalahan identifikasi hambatan perkembangan, baik dari aspek mental, intelektual, maupun fisik.
Adapun kuantitas siswa baru yang berjumlah 22 orang tersebut, menurut Winarna, memang sesuai dengan kuota yang ditetapkan untuk sekolahnya. Seluruh daya tampung yang tersedia kini telah terisi penuh oleh anak-anak yang siap menempuh pendidikan inklusif di tahun ajaran baru ini.
“Ya terpenuhi-terpenuhi. Kemarin malah yang belum (verifikasi) ada tiga, kita masih mengundang,” pungkasnya. (sib)

