Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., meminta semua pihak untuk bersinergi memutus angka putus sekolah atau drop out. Ia mengajak seluruh komponen untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana yang tersedia berupa Sekolah Rakyat.
“Kalau ada anak yang tidak bisa sekolah karena masalah biaya, serahkan ke Sekolah Rakyat,” ungkap Bupati, Senin (6/7/2026).
Ia menegaskan, pendidikan merupakan instrumen penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia individu masyarakat Lombok Utara. Sehingga ke depannya, tidak boleh lagi ada anak di Lombok Utara yang diketahui putus sekolah atau tidak sekolah sama sekali karena alasan ekonomi.
Sekolah Rakyat Beri Dampak Positif
Bupati menyatakan, keputusan pemerintah pusat untuk mendirikan Sekolah Rakyat di Lombok Utara memberi dampak positif bagi masyarakat Lombok Utara sendiri. Akses ke sekolah tersebut lebih dekat dari masyarakat. Di samping itu, sekolah ini juga memenuhi seluruh kebutuhan pendidikan anak dari keluarga miskin ekstrim dan keluarga miskin.
Sebagaimana diketahui, Najmul Akhyar dalam dua periode kepemimpinannya sebagai Bupati 2016-2021 dan 2025-2030, menitikberatkan sektor pendidikan untuk diintervensi. Melalui OPD teknis, dirinya memprogramkan Saber Drop Out untuk memutus rantai putus sekolah di kalangan anak.
Pemerintah daerah kata dia, perlu memastikan semua anak mendapatkan pendidikan yang layak. Sebab melalui pendidikan, generasi Lombok Utara akan mampu bersaing di dunia kerja, membangun kemandirian, serta menghadapi berbagai tantangan regional dan global.
Upaya Pemda Lombok Utara dalam meningkatkan kualitas SDM diukur dari capaian indikator sektor pendidikan yang dituangkan dalam RPJMD. Beberapa target indikator yang telah dicapai misalnya, Indeks pembangunan manusia (IPM) – telah tercapai, dari angka 68,64 di tahun 2024 menjadi 69,63 di tahun 2025. Selanjutnya, indikator rata-rata lama sekolah (tercapai) di tahun 2024 sebesar 6,39 menjadi 6,75 tahun 2025, serta Angka harapan lama sekolah tercapai dari angka tahun 2024 sebesar 13,01 menjadi 13, 16 tahun 2025.
Pihaknya berharap, seluruh elemen di Lombok Utara dapat bersinergi untuk mendukung jalannya pendidikan di sekolah rakyat. Khususnya kepada orang tua calon siswa Sekolah Rakyat, agar tidak ragu untuk mengakses fasilitas yang disiapkan pemerintah tersebut. (ari)

