Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada jenjang SD-SMP di Mataram, tetap harus melibatkan tenaga pendidik. Tujuannya untuk mencegah potensi tindakan perundungan (bullying) hingga kekerasan fisik maupun verbal.
Kepala Seksi (Kasi) Pelatihan Dasar Pendidikan Karakter (PDPK), Disdik Kota Mataram, Ahmad Rifai mengatakan, pelaksanaan MPLS tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada OSIS. Pasalnya, celah terjadinya perundungan kerap kali terjadi lantaran gesekan antarsiswa. Karena itu, keikusertaan guru penting untuk memantau pelaksanaan MPLS,agar sesuai dengan prosedur dan tujuan yang diharapkan.
“Nanti itu akan didampingi langsung oleh semua gurunya juga nanti. Tidak mungkin akan dilepas semua untuk semua panitia dalam artian OSIS dalam pelaksanaan itu,sehingga tidak ada lagi celah pelonco-peloncoan,” ujarnya, Senin (6/7).
Rifai menekankan, MPLS justru hadir sebagai sarana bagi siswa untuk mengenal lingkungan baru, membangun relasi dengan sesama serta menjadi wadah untuk mensosialisasikan sikap antiperundungan.
Sekolah berperan penting untuk membina siswa, agar memiliki kepekaan sosial yang tinggi serta tidak menjadi pelaku perundungan itu sendiri.
“Ya, memang itu ditekankan kepada semua satuan pendidikan untuk kita sosialisasikannya. Jangan sampai terjadi bullying, tindak kekerasan yang diterapkan di MPLS di semua satuan pendidikan,” tuturnya.
Di samping itu, momentum MPLS juga diharapkan menjadi ajang untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan positif para siswa. Upaya tersebut termanifestasi dalam penyampaian materi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH).
“Mungkin itu akan ada ketetapan untuk sekolah melaksanakan kegiatan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat tadi itu,” tekannya.
Ia berharap MPLS menjadi wadah untuk membentuk karakter siswa yang berdisiplin, memiliki kecerdasan, serta kepekaan sosial yang tinggi. “Semoga MPLS kita di tahun ini berjalan lancar, sukses, tidak ada kendala-kendala yang tidak kita inginkan dari semua satuan pendidikan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pelaksanaan MPLS pada jenjang SD-SMP di Mataram akan berlangsung selama lima hari mulai dari Senin-Jumat (13-17/7) (sib)

