Sumbawa Besar (Suara NTB)– Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Sumbawa, mencatat sekitar 59 unit rumah mengalami kebakaran hingga semester pertama tahun 2026. Kebakaran didominasi rumah permanen dan semi permanen, sehingga kerugian secara keseluruhan ditaksir mencapai Rp8,4 miliar.
“Paling banyak kejadian kebakaran terjadi pada bulan April sebanyak 31 unit rumah di Desa Kalimango, Kecamatan Alas dengan kerugian sekitar Rp5 miliar,” kata Kabid Operasi Disdamkarmat Kabupaten Sumbawa, Syahruddin Fahri, kepada Suara NTB, Senin (6/7).
Fahri melanjutkan, dari 59 kasus kebakaran tersebut total kerugian yang timbul mencapai Rp8, 4 miliar. Selain itu, di semester pertama terdapat sekitar 171 kasus penyelamatan dengan jumlah korban mencapai 318 orang.
Fahri menyebutkan, berdasarkan hasil investigasi pasca kebakaran rata-rata musibah tersebut terjadi, karena faktor kelalaian pemilik rumah terutama korsleting listrik. Bahkan di salah satu rumah, pihaknya menemukan sumber api yang berasal dari colokan mesin air yang dibiarkan hidup sepanjang hari.
“Rata-rata kebakaran terjadi karena pemilik rumah yang lalai, apalagi Sumbawa saat ini masuk awal musim kemarau sehingga masyarakat diminta waspada,” sebutnya.
Ia mengimbau masyarakat sebelum meninggalkan rumah atau berpergian ke luar kota harus memastikan rumah dalam kondisi aman atau minimal menitipkan pesan ke tetangga. Pastikan semua kelistrikan aman dan tidak ada yang rusak. Hal itu dilakukan untuk menekan terjadinya bencana kebakaran.
“Pastikan dulu rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan, sehingga hal yang tidak diinginkan bisa ditekan apalagi saat ini musim kemarau,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk bisa melakukan peremajaan terhadap instalasi kelistrikan di rumah masing-masing,sehingga mampu mengurangi resiko terjadinya kebakaran terutama instalasi kelistrikan yang sudah berumur dan rumah tua.
“Kita sudah mulai memasuki musim kemarau, sehingga kami imbau masyarakat untuk tetap waspada terutama bencana kebakaran. Instalasi listrik yang aman menjadi salah satu faktor untuk menekan kasus itu terjadi,” demikian kata dia. (ils)

