Mataram (Suara NTB) – Bank NTB Syariah menghadirkan kemudahan baru bagi nasabah melalui aplikasi Rinjani Mobile (Rimo). Salah satunya dengan menurunkan biaya administrasi pembayaran tagihan listrik dan pembelian token PLN dari Rp3.500 menjadi Rp2.500.
Direktur IT Bank NTB Syariah, Rully Feranata, mengatakan penurunan biaya tersebut merupakan hadiah bagi nasabah dalam rangka HUT ke-62 Tahun 2026 Bank NTB Syariah. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya bank menghadirkan layanan digital yang lebih efisien dan kompetitif.
“Biaya administrasi pembayaran listrik maupun pembelian token sebelumnya Rp3.500, sekarang kami turunkan menjadi Rp2.500. Ini menjadi kontribusi dan hadiah kami kepada para nasabah,” ujarnya, Selasa, 7 Juli 2026.
Rully menjelaskan, penurunan biaya administrasi dapat dilakukan karena Bank NTB Syariah kini telah terhubung langsung dengan sistem PLN melalui Icon Plus, anak perusahaan PLN. Sebelumnya transaksi pembayaran masih melalui pihak ketiga sehingga biaya yang dibebankan kepada nasabah lebih tinggi.
“Dulu kami masih menggunakan pihak ketiga sehingga biaya menjadi lebih mahal. Sekarang kami sudah terintegrasi langsung dengan PLN melalui Icon Plus sehingga biaya transaksi bisa ditekan,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan infrastruktur teknologi informasi menjadi kunci agar Bank NTB Syariah mampu menghadirkan layanan yang lebih murah tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Meski secara sistem biaya baru sudah siap diterapkan, pemberlakuannya masih menunggu masa pengumuman selama 30 hari sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setelah masa tersebut berakhir, seluruh pembayaran listrik melalui aplikasi Rimo akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp2.500.
Rully optimistis digitalisasi layanan perbankan ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga membantu meningkatkan efisiensi pelayanan dan mendorong peningkatan pendapatan daerah melalui sistem pembayaran yang lebih transparan dan akuntabel. (bul)

