BerandaPENDIDIKANKrisis Guru di SLBN 3 Mataram Belum Teratasi

Krisis Guru di SLBN 3 Mataram Belum Teratasi

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 3 Mataram, masih gigit jari. Persoalan krisis guru belum mendapat solusi. Saat ini sekolah harus dihadapkan dengan penambahan jumlah rombongan belajar pada penerimaan murid baru tahun ini.

Sekolah yang berada di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela ini, menerima sebanyak 14 murid baru. Belasan murid baru ini akan ditetapkan menjadi dua rombel oleh pihak sekolah. Dengan jumlah 21 rombel yang dimiliki sekolah sebelumnya, total keseluruhan rombel di SLBN 3 Mataram, saat ini sebanyak 23 kelas.

Bagi SLBN 3 Mataram, bertambahnya rombel dan siswa bukan sepenuhnya kabar yang menggembirakan. Sebab, sekolah saat ini hanya memiliki 14 guru. Jumlah ini berbanding terbalik dengan kuantitas keseluruhan siswa yang berjumlah 101 yang harus dibina.

“Jumlahnya 101 siswa saat ini. Sedangkan guru yang ada, saat ini PNS tiga, PPPK tiga, honornya ada empat. Idealnya, kami punya rombel itu sekarang dari 21 ditambah dua menjadi 23. Guru yang ada hanya 13 orang masih kurang banyak itu,” ujar Kepala SLBN 3 Mataram, Muryanto, Selasa (7/7).

Ia menjelaskan, pembagian rombel di SLB berbeda dengan sekolah pada umumnya. Jika di sekolah reguler, rombel ditentukan berdasarkan kuantitas ideal siswa dalam satu kelas. Sementara di SLB, rombel dibagi berdasarkan ketunaan siswa. Karena itu, jumlah rombel di SLB lebih banyak ketimbang sekolah umum, meskipun jumlah siswanya tak banyak.

Persoalanya banyaknya rombel tersebut kata dia,tidak diimbangi ketersediaan guru. Muryanto menerangkan, satu guru idealnya membina dan mengajar satu kelas atau rombel. Namun, kenyataannya tidak demikian.

“Sedangkan yang ada saat ini ada guru yang pegang kelas I, ada yang ditambah dengan kelas II. Itu yang diakui Dapodik hanya satu kelas saja. Kan enggak mungkin satu guru bisa pegang dua kelas,” terangnya.

Karena itu, jumlah siswa baru sebanyak 14 orang tersebut, sudah melebihi batas kemampuan sekolah. Kendati demikian, SLBN 3 Mataram tetap berkomitmen untuk membina siswa yang sudah mendaftar. Muryanto menyampaikan, pihaknya akan melaksanakan asesmen terhadap siswa-siswi barunya. Asesmen tersebut bertujuan untuk memetakan siswa berdasarkan ketunaan atau hambatannya.

“Kemudian yang baru-baru ini, yang akan kita petakan besok, hasil asesmennya dalam pembelajaran. Seminggu itu kita observasi, nanti baru akan kita pisahkan menurut jenis kebutuhannya,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO