BerandaNTBKOTA MATARAMMenara Pandang Loang Baloq Ditutup Sementara, Dispar Siapkan Pembenahan Fasilitas Wisata

Menara Pandang Loang Baloq Ditutup Sementara, Dispar Siapkan Pembenahan Fasilitas Wisata

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram menutup sementara menara pandang di kawasan Taman Wisata Hiburan Rakyat Loang Baloq menyusul kondisi konstruksi bangunan yang mengalami korosi pada sejumlah bagian tiang penyangga. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi demi menjamin keselamatan pengunjung sembari menunggu proses perbaikan.

Pembenahan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Mataram meningkatkan kualitas destinasi wisata menjelang Kota Mataram menjadi tuan rumah Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Korwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) pada 2027 mendatang. Saat ini, Dispar tengah melakukan pendataan dan survei terhadap berbagai sarana dan prasarana di objek wisata yang membutuhkan rehabilitasi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Dr. Cahya Samudra, mengatakan seluruh fasilitas wisata menjadi perhatian pemerintah karena merupakan wajah daerah yang akan dikunjungi tamu dari berbagai kota di Indonesia. Oleh sebab itu, pembenahan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat kerusakan dan tingkat urgensinya.

“Kami sedang melakukan survei kembali terhadap titik-titik fasilitas wisata yang perlu dibenahi agar seluruh destinasi siap menyambut berbagai kegiatan, termasuk Apeksi Korwil IV pada tahun depan,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Menara Pandang Taman Loang Baloq Butuh Penanganan Segera

Menurut Cahya, salah satu fasilitas yang memerlukan penanganan segera adalah menara pandang atau anjungan di kawasan Loang Baloq. Hasil pemeriksaan menunjukkan tiang bangunan telah mengalami korosi sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung apabila tetap digunakan.

“Untuk sementara menara pandang kami tutup karena kondisi fisiknya sudah berkarat. Keselamatan pengunjung menjadi prioritas sehingga fasilitas tersebut tidak dapat digunakan sebelum dilakukan perbaikan,” katanya.

Selain menara pandang, Dispar juga mencatat sejumlah lapak pedagang di kawasan Loang Baloq mulai mengalami kerusakan akibat usia pakai dan pengaruh cuaca. Penataan kawasan tersebut akan menjadi bagian dari program pemeliharaan agar kawasan wisata tetap nyaman bagi pengunjung maupun pelaku usaha.

Ia menjelaskan, secara umum infrastruktur wisata memang membutuhkan pemeliharaan berkala. Apabila kondisi kerusakan telah mencapai sekitar 30 persen dari usia pakainya, maka perbaikan harus segera dilakukan. Hal ini agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih berat dan membutuhkan biaya yang lebih besar.

Menurutnya, masih ditemukan sejumlah tindakan yang merusak fasilitas wisata, mulai dari vandalisme hingga pemasangan atribut kegiatan yang tidak sesuai. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab fasilitas cepat mengalami kerusakan.

Karena itu, Dispar mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi vandalisme terhadap fasilitas umum di kawasan wisata. Selain mengurangi nilai estetika, tindakan tersebut juga menimbulkan kerugian bagi pemerintah karena membutuhkan biaya tambahan untuk perbaikan.

Ia juga meminta penyelenggara kegiatan yang memanfaatkan ruang publik, seperti di Taman Teras Udayana maupun lokasi wisata lainnya, agar tidak memasang spanduk, baliho, maupun poster dengan cara memaku langsung pada pohon, tembok, atau fasilitas publik lainnya.

“Kami harapkan lebih memperhatikan cara pemasangan atribut,” tegasnya.

Dispar berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas umum terus meningkat. Dengan begitu, objek-objek wisata di Kota Mataram tetap terawat, aman, dan memiliki daya tarik yang mampu mendukung perkembangan sektor pariwisata. Hal ini akan menyukseskan penyelenggaraan berbagai agenda nasional dan regional di Kota Mataram. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO