Praya (Suara NTB) – Implementasi program Lempot Stunting dengan salah satu program utamanya berupa pemberian bantuan kandang dan ayam petelur lengkap dengan pakannya saat ini sudah mulai berjalan di Lombok Tengah (Loteng). Dengan jumlah sasaran sudah mencapai sekitar 130 kepala keluarga (KK) miskin dan memiliki anak stunting.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) pun berencana akan memperluas cakupan program tersebut dengan sasaran antara 200 sampai 500 KK tambahan lainnya di daerah ini mulai tahun depan.
Guna mendukung optimalisasi dan perluasan sasaran program tersebut Pemkab Loteng pun mengajak pihak swasta untuk ikut terlibat. Termasuk BUMN, BUMD, lembaga perbankan dan lainnya dengan mengarahkan dana CSR-nya untuk mendukung program tersebut.
Selain nantinya intervensi anggaran daerah terhadap program tersebut juga akan diupayakan untuk ditambah. Dengan begitu, ke depan akan semakin banyak keluarga miskin yang memiliki anak stunting yang bisa tersentuh program tersebut.
“Masih banyak yang belum tersentuh proram ini. Untuk itu kita mengajak pihak ketiga bisa ikut terlibat dalam program ini. Bisa dengan mengarahkan CSR-nya untuk program ini,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., kepada Suara NTB, di ruang kerjanya, Rabu (8/7/2026).
Wabup mengatakan, saat ini sudah ada beberapa pihak yang turut terlibat dalam program pemberian bantuan kandang dan ayam petelur tersebut. Mulai dari Baznas Loteng, Perumdam Tiara Loteng, dan beberapa pihak lainya. Harapannya, akan semakin banyak pihak ketiga yang ikut terlibat dalam program ini ke depannya.
Dengan begitu, upaya pengentasan kemiskinan dan stunting di daerah ini bisa lebih maksimal lagi. Mengingat, masih cukup banyak keluarga miskin yang belum tersentuh bantuan. “Para pengelola hotel hingga investor mari kita ajak bersama-sama mendukung program ini. Agar pengentasan stunting di Loteng bisa lebih cepat,” sebutnya.
Ia menjelaskan, program bantuan kandang dan ayam petelur tersebut memang difokuskan pada keluarag miskin dan memiliki anak stunting. Di mana masing-masing keluarga diberikan kandang serta 18 ekor ayam petelur lengkap dengan pakannya. Dengan nilai bantuan sebesar Rp6 juta untuk satu paketnya.
Dari hasil evaluasi dan monitoring yang sudah dilakukan sejauh ini, programnya berjalan cukup baik. Sejumlah keluarga penerima manfaat pun sudah ada mulai menerima hasil dari memelihara ayam petelur tersebut. Kalaupun belum mampu mengangkat ekonomi keluarga, hasil dari bantuan itu setidaknya bisa mengurangi beban kebutuhan keluarga miskin tersebut.
“Beberapa keluarga penerima manfaat saat ini sudah mulai memperoleh hasil dari memelihara ayam bantuan ini. Dan, target kita program ini akan terus diperluas cakupananya,” ujar Ketua DPD II Partai Golkar Loteng. (kir)

