Mataram (Suara NTB) – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram (FKIP Ummat) menyelenggarakan Pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium H. Anwar Ikraman Ummat pada Selasa–Rabu, 7–8 Juli 2026, tersebut menjadi tahapan penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum diterjunkan ke sekolah mitra dan lingkungan masyarakat.
Ketua Panitia PLP 2 Terintegrasi KKN-Dik 2026, Syafruddin Muhdar, M.Pd., menjelaskan bahwa pembekalan merupakan tahapan wajib untuk memastikan mahasiswa memahami tujuan, mekanisme, tugas, serta tanggung jawab selama mengikuti program.
“Pembekalan ini tidak hanya berisi penjelasan teknis, tetapi juga penguatan etika, kedisiplinan, profesionalisme, kepemimpinan, dan kesiapan mahasiswa dalam berinteraksi dengan warga sekolah maupun masyarakat. Kami berharap mahasiswa hadir bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan mampu menjadi mitra sekolah dan menghadirkan program yang benar-benar bermanfaat,” ujarnya.
Berdasarkan rencana penempatan, PLP 2 Terintegrasi KKN-Dik 2026 akan dilaksanakan di 55 sekolah mitra, yang terdiri atas 36 sekolah dasar, 11 sekolah menengah pertama, serta 8 sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Tengah, antara lain Kecamatan Kopang, Praya, Batukliang, dan Batukliang Utara.
Khusus Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, sebanyak 187 mahasiswa dipersiapkan untuk melaksanakan program di sekolah dasar mitra. Para mahasiswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan agar pelaksanaan kegiatan berlangsung terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Dekan FKIP Ummat, Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si., menyampaikan bahwa PLP 2 Terintegrasi KKN-Dik menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas pendidikan di lapangan.
“Mahasiswa harus mampu menunjukkan sikap sebagai calon pendidik yang profesional, disiplin, santun, adaptif, dan bertanggung jawab. Kehadiran mereka di sekolah membawa nama baik pribadi, program studi, fakultas, dan universitas. Karena itu, mahasiswa harus mampu menjadi teladan sekaligus menghadirkan inovasi yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran,” tegasnya.
Pada hari pertama, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan NTB, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si., menyampaikan materi bertajuk “Kepemimpinan, Inovasi, dan Pengabdian Generasi Muda untuk Pendidikan Indonesia.” Materi tersebut memberikan penguatan mengenai pentingnya kepemimpinan adaptif, kreativitas, kolaborasi, serta keberanian generasi muda dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pendidikan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ummat, Dr. Sri Rejeki, M.Pd., dengan tema “Guru Inspiratif di Era Transformasi Pendidikan.” Mahasiswa diberikan pemahaman mengenai perubahan peran guru di tengah perkembangan teknologi dan dinamika pendidikan. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator, pembimbing, inovator, motivator, dan penggerak perubahan.
Sementara itu, Ketua LP3AIK Ummat, Dr. Anugrah Arifin, M.Pd.I., membawakan materi “Urgensi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam Kehidupan Bermasyarakat.” Materi tersebut menjadi landasan moral dan spiritual agar mahasiswa mampu menjalankan kegiatan dengan menjunjung tinggi nilai keislaman, integritas, kemanusiaan, kepedulian, amanah, dan semangat memberikan manfaat kepada sesama.
Pada hari kedua, Dekan FKIP Ummat memberikan materi mengenai “Etika, Disiplin, dan Profesionalisme Mahasiswa di Sekolah dan Masyarakat.” Mahasiswa diingatkan untuk menjaga sikap, penampilan, komunikasi, kedisiplinan, serta menghormati tata tertib sekolah dan budaya masyarakat di lokasi penugasan.
Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan materi kebijakan dan teknis pelaksanaan PLP 2 Terintegrasi KKN-Dik yang disampaikan oleh Ketua Unit Pelaksana Pengenalan Lapangan Persekolahan FKIP Ummat, Syafruddin Muhdar, M.Pd. Materi tersebut mencakup mekanisme pelaksanaan, pembagian kelompok, koordinasi dengan sekolah mitra, tugas dosen pembimbing lapangan, penyusunan program kerja, pelaporan, dan evaluasi kegiatan.
Selama berada di lokasi, mahasiswa diharapkan membantu sekolah mengembangkan pembelajaran inovatif, memperkuat literasi dan numerasi peserta didik, mendukung pendidikan karakter, serta memanfaatkan teknologi pembelajaran secara tepat. Mahasiswa juga diarahkan untuk menyusun program pengabdian yang melibatkan sekolah dan masyarakat agar manfaat kegiatan dapat dirasakan secara lebih luas.
Setiap sesi pembekalan dilengkapi dengan diskusi, tanya jawab, dan evaluasi untuk mengukur pemahaman serta kesiapan peserta. Melalui program ini, FKIP Ummat berkomitmen melahirkan calon pendidik yang profesional, berkarakter Islami, inovatif, adaptif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan pendidikan Indonesia. (ron)

