PRESIDEN Republik Indonesia, Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Meninting yang berlokasi di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat pada Jumat (10/7). Proyek ini mulai dibangun tahun 2018 dengan anggaran fantastis mencapai Rp1,473 triliun.
Meski sudah diresmikan, bendungan ini belum dilengkapi jaringan irigasi. Butuh anggaran sekitar Rp200-250 miliar agar air bendungan bisa mengaliri lahan persawahan warga yang ada di Lombok Tengah dan Lombok Barat.
“Kalau hitungan saya sekitar Rp200-250 miliar untuk jaringan irigasi Bendungan Meninting ini,” ujar anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, Jumat (10/7).
Bendungan Meninting yang dibangun sejak tahun 2018-2025 ini berkapasitas 9,91 meter kubik. Proyek ini direncanakan bisa mengairi lebih dari dua ribu hektare sawah. Di samping itu, bendungan juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat baik yang ada di sekitar maupun yang membutuhkan air untuk minum.
“Jaringan irigasi ini akan kita perjuangkan, kita bisa masuk maka paling tidak ini bisa mengairi 2.000 hektare sawah. Termasuk juga jaringan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) yang akan memenuhi kebutuhan warga Lombok Barat dan Mataram,” katanya.
Mori meminta, pembangunan jaringan irigasi sepanjang 25,72 kilometer jangan terlalu lama, menurutnya semakin lama ini dibangun maka akan banyak muncul masalah lain salah satunya terkait pembebasan lahan.
Proyek triliunan rupiah ini diharapkan ada empat fungsi utama sebagai tempat penyimpanan air baku, layanan irigasi, reduksi banjir dan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
Dari semua ini fungsi bendungan meninting baru sebagai tempat reduksi banjir dan penyimpanan air baku, sementara untuk memenuhi kebutuhan air persawahan dan kebutuhan listrik belum bisa dilakukan karena belum ada fasilitas pendukung. (era)

