BerandaNTBLOMBOK TIMURKepala BPS Lotim Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Harus Secara Langsung

Kepala BPS Lotim Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Harus Secara Langsung

MEMASUKI bulan kedua pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menegaskan komitmennya untuk melakukan pendataan secara langsung (door to door) guna memastikan akurasi data. Kepala BPS Lotim, Sri Endah Wardanti, menyatakan bahwa seluruh petugas telah dibekali pelatihan selama tiga hari penuh serta pemahaman tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.

“Semua pendataan adalah door to door. Tidak boleh ada pendataan yang dilakukan di atas meja atau dari rumah,” tegas Sri Endah Wardanti menjawab Suara NTB di Selong, Senin (13/7/2026).

Pihaknya meminta partisipasi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan petugas yang tidak sesuai prosedur, karena hasil sensus ini sangat berpengaruh terhadap perencanaan pembangunan 10 tahun ke depan.

SE 2026 dilaksanakan serentak mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Di Lombok Timur, kegiatan ini melibatkan 1.336 petugas yang telah dilatih untuk mendata seluruh keluarga dan pelaku usaha, baik sektor pertanian maupun non-pertanian. Pendataan mencakup usaha mikro, kecil, menengah, hingga perusahaan besar. BPS juga memastikan data yang terkumpul tidak ada kaitannya dengan urusan perpajakan dan kerahasiaannya dijaga ketat.

Menyinggung capaian di lapangan, Sri Endah optimistis target dapat tercapai. “Sampai akhir bulan ini mencapai 75 persen, mudah-mudahan ini bisa tercapai, dan kami yakin targetnya bisa kita capai,” ujarnya.

Untuk menjaga semangat petugas, BPS telah melakukan dua kali pembayaran honor selama periode pendataan 2,5 bulan ini.

Data dari SE2026 akan menjadi basis data utama perencanaan pembangunan daerah dan nasional. “Hasil sensus ini bisa melihat berapa sebetulnya usaha yang ada di Lombok Timur. Selama ini pertumbuhan ekonomi kita sangat tinggi, 7,83 dan 4,93 untuk 2026. Dari sensus ini kita ingin membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kita capai benar adanya,” pungkasnya.

Masyarakat diimbau menerima petugas dan memberikan data yang jujur, karena hasil sensus ini akan menentukan ketepatan sasaran program pembangunan untuk satu dekade ke depan. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO