BerandaNTBKOTA MATARAMDP3A Mataram Dorong Dunia Usaha Perkuat Perlindungan Anak

DP3A Mataram Dorong Dunia Usaha Perkuat Perlindungan Anak

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) kembali mengaktifkan peran Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia (APSAI) sebagai upaya memperkuat keterlibatan dunia usaha dalam perlindungan anak. Program tersebut mengusung tagline “Pengusaha Peduli, Anak Terlindungi”.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Pengusaha Sahabat Anak bersama APSAI Kota Mataram yang digelar di Hotel Santika, Rabu (15/7). Melalui kegiatan itu, pemerintah juga menegaskan kepada seluruh perusahaan agar tidak mempekerjakan anak di bawah umur serta mendorong penyediaan lingkungan kerja yang ramah anak dan keluarga.

Kepala DP3A Kota Mataram, H. Zuhhad, mengatakan program tersebut sejatinya telah berjalan sejak beberapa tahun lalu, namun kini kembali diaktifkan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

“Kontribusi pelaku usaha di Kota Mataram sangat besar, terutama dalam mendukung perlindungan anak. Karena itu, program ini kita aktifkan kembali,” ujarnya.

Menurut Zuhhad, kepedulian perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui perlindungan terhadap anak, tetapi juga dengan memberikan perhatian kepada para pekerja, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui. Bentuk dukungan tersebut antara lain penyediaan ruang laktasi, fasilitas bermain anak, serta sarana lain yang ramah keluarga di lingkungan kerja.

Ia mengakui belum seluruh bentuk kepedulian perusahaan terdokumentasi dengan baik. Sebagai pejabat yang baru memimpin DP3A, dirinya ingin membangun kembali kolaborasi dengan dunia usaha agar kontribusi perusahaan terhadap perlindungan anak dapat lebih terarah dan terukur.

Menurutnya, sejumlah perusahaan di Kota Mataram sebenarnya telah menyediakan fasilitas seperti ruang laktasi, area bermain anak, serta fasilitas inklusif lainnya. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Kota Layak Anak (KLA).

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, menegaskan bahwa kepedulian dunia usaha terhadap anak harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada keluarga pekerja.

Menurutnya, perusahaan perlu menyediakan fasilitas yang mendukung kesehatan ibu hamil, ruang laktasi, hingga tempat bermain anak yang aman dan nyaman.

“Bagaimana kepedulian pengusaha terhadap anak diwujudkan melalui lingkungan perusahaan yang menyediakan fasilitas ramah anak, termasuk tempat bermain yang layak,” ujarnya usai membuka kegiatan.

Alwan menambahkan, terwujudnya Kota Layak Anak memerlukan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat melalui kolaborasi pentahelix.

Terkait rencana penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwal) untuk memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung Kota Layak Anak, Alwan mengatakan pemerintah akan mengkaji penyusunan regulasi tersebut.

Di sisi lain, Ketua APSAI Kota Mataram, H. Affan Ahmad, mengapresiasi DP3A yang telah memfasilitasi pembentukan kembali APSAI. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha sangat penting dalam mendukung perlindungan anak sebagai generasi penerus bangsa.

Ia menegaskan bahwa salah satu komitmen utama APSAI adalah memastikan tidak ada perusahaan yang mempekerjakan anak di bawah umur.

“Kita sepakat tidak boleh ada perusahaan yang mempekerjakan anak di bawah umur. Itu menjadi bagian dari komitmen bersama dalam perlindungan anak,” tegasnya. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO