BerandaNTBKOTA MATARAMOptimalkan Satu Rumah Satu Jumantik

Optimalkan Satu Rumah Satu Jumantik

PEMERINTAH Kecamatan Sandubaya terus memperkuat upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) dengan mengoptimalkan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik).

Program tersebut mendorong setiap rumah tangga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara mandiri sedikitnya satu kali setiap pekan sebagai langkah memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Camat Sandubaya, Henny Suyasih, mengatakan, edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat terus disampaikan kepada masyarakat melalui pemerintah kelurahan. Seluruh kelurahan diminta mengaktifkan kembali peran Jumantik di lingkungan masing-masing agar upaya pencegahan DBD dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Seminggu sekali harus dilakukan pembersihan di lingkungan rumah masing-masing secara mandiri,” ujarnya, Rabu (15/7).

Menurut Henny, keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada tindakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, warga diminta secara rutin memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti bak mandi, tempat penampungan air, talang air, pot bunga, hingga barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Selain dilakukan di tingkat rumah tangga, kegiatan PSN juga rutin digelar secara gotong royong di tingkat kelurahan. Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, kepala lingkungan, kader kesehatan, serta masyarakat. Melalui kerja bakti tersebut, lingkungan permukiman dibersihkan dari sampah dan genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Henny menjelaskan, gerakan satu rumah satu Jumantik bukanlah program baru. Kegiatan tersebut telah lama dilaksanakan dan terus diperkuat melalui sosialisasi kepada masyarakat. Pemerintah kecamatan juga meminta setiap kelurahan untuk terus mengingatkan warga agar tidak lengah meski saat ini memasuki musim kemarau. Pasalnya, perubahan cuaca yang tidak menentu masih memungkinkan munculnya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Ia menilai, langkah paling efektif untuk menekan angka kasus DBD adalah membangun kesadaran masyarakat agar memulai pencegahan dari lingkungan rumah masing-masing. Dengan demikian, pengendalian penyakit tidak hanya dilakukan ketika muncul kasus, tetapi menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin.

“Penanganan DBD yang paling efektif dimulai dari rumah. Karena itu, diperlukan inisiatif bersama untuk melakukan PSN secara mandiri demi menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari tempat berkembang biaknya nyamuk,” katanya.

Berdasarkan laporan puskesmas, lanjut Henny, kasus DBD dalam dua bulan terakhir masih ditemukan di Kelurahan Mandalika. Meski tidak merinci jumlah kasus yang terjadi, ia memastikan penyebarannya hanya terdapat di beberapa lingkungan dan tidak merata di seluruh wilayah kelurahan.

“Kasusnya ada di beberapa lingkungan di Kelurahan Mandalika, tetapi tidak terjadi di seluruh lingkungan,” jelasnya. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO