Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB meyakini musim tanam tembakau tahun 2025 akan memberikan hasil yang baik bagi petani. Kondisi cuaca yang dinilai masih mendukung serta berbagai program bantuan pemerintah diharapkan mampu menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza, mengatakan tembakau tetap menjadi salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
“Insya Allah dengan musim yang ada saat ini, pertanaman tembakau kita harapkan menguntungkan. Pemerintah juga sangat peduli kepada petani, termasuk melalui pemberian pupuk untuk mendukung peningkatan produktivitas di lapangan,” kata Mirza, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurutnya, meski NTB memiliki berbagai komoditas pertanian lainnya, tembakau masih menjadi tanaman yang memberikan nilai ekonomi tinggi sehingga pemerintah terus mendorong petani untuk membudidayakannya.
“Tembakau merupakan salah satu program unggulan daerah. Komoditas ini memiliki tingkat keuntungan yang cukup tinggi bagi masyarakat, sehingga kami tetap mendorong petani untuk menanam tembakau,” ujarnya.
Memasuki pertengahan musim tanam, sebagian petani di sejumlah wilayah telah mulai melakukan panen perdana. Sementara itu, pemerintah terus memantau perkembangan harga di tingkat petani melalui tim teknis agar harga pembelian tetap berada pada level yang wajar.
“Kami terus memantau perkembangan harga di lapangan. Harapannya perusahaan-perusahaan yang membeli hasil tembakau juga dapat memberikan harga yang layak bagi petani,” katanya.
Selain harga, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas hasil panen. Mirza menjelaskan bahwa industri tembakau menerapkan sistem penilaian berdasarkan kualitas atau grade, sehingga mutu daun tembakau menjadi faktor utama yang menentukan harga jual.
Karena itu, pemerintah mendorong perbaikan budidaya hingga penanganan pascapanen agar kualitas tembakau NTB semakin meningkat dibandingkan musim sebelumnya.
“Kami berharap ada perbaikan dalam budidaya maupun pascapanen sehingga grade tembakau menjadi lebih baik. Harga di perusahaan sangat ditentukan oleh kualitas hasil panen,” jelasnya.
Ia juga berharap kondisi cuaca tetap kondusif hingga masa panen berakhir. Cuaca yang tidak terlalu ekstrem diyakini akan membantu menjaga kualitas daun tembakau yang dihasilkan petani.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi NTB, target produksi tembakau tahun 2026 diproyeksikan hampir sama dengan capaian tahun sebelumnya. Tahun 2025,
tembakau rakyat, luas panen ditargetkan mencapai 14.247 hektare dengan produksi sekitar 21.213 ton. Sementara tembakau Virginia diperkirakan memiliki luas panen 33.256 hektare dengan produksi mencapai 64.883 ton.
Secara keseluruhan, luas panen tembakau di NTB tahun 2025 ditargetkan mencapai 47.504 hektare dengan total produksi sekitar 86.097 ton. “Targetnya tahun ini hampir sama dengan tahun lalu,” demikian Mirza. (bul)

