Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) segera menaikkan status siaga menjadi darurat bencana kekeringan, menyusul daerah yang terdampak kian meluas. Hingga saat ini terdapat 46 dusun yang dilanda kekeringan. Dalam penanganan bencana kekeringan ini pun dikeroyok oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mitra terkait lainnya. Termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lobar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Lombok Barat, Toni Hidayat mengatakan pihaknya segera mengusulkan penetapan status darurat bencana kekeringan ke pimpinan.
“Kami sedang proses kajian kenaikkan status siaga ke darurat bencana kekeringan, segera kami naikkan ke pak Kalak. Karena imeluas (daerah terdampak kekeringan),” kata Toni, Rabu (15/7/2026).
Salah satu pertimbangan hasil kajian mengusulkan kenaikan status ini, berdasarkan permohonan warga yang terdampak kekeringan kian bertambah. Hingga saat ini terdapat 46 dusun di 15 Desa di lima kecamatan yang telah mengajukan permohonan bantuan air ke pihaknya. “Makin meluas yang terdampak kekeringan ini, ada 46 dusun di 15 desa yang mengajukan permohonan bantuan air,” imbuhnya.
Selain itu, dari hasil rapat koordinasi dengan provinsi, beberapa kabupaten juga telah mulai mengajukan peningkatan status. Daerah lain juga pada posisi siaga menuju darurat dalam penanganan bencana ini. Dengan usulan kenaikan status ini, tentunya bisa memberikan peluang bagi pihaknya untuk mengusulkan anggaran penanganan melalui BTT, sehingga pelayanan pada masyarakat pun lebih maksimal lagi.
Pelayanan penyaluran air ke daerah terdampak pun terus berlangsung. Hingga saat ini ratusan ribu liter air sudah disalurkan kepada masyarakat. Dalam pelayanan penyaluran atau droping ini, BPBD juga dibantu oleh tim Damkarmat. OPD tersebut telah mendroping air mencapai 170 ribu liter. “Kami melakukan droping air ke dua desa setiap hari,” kata dia.
Pihaknya mulai melakukan pelayanan droping air sejak sebulan terakhir, sehingga total air yang telah didistribusikan sebanyak 34 kali dengan kapasitas armada satu kali angkut 5 ribu liter. Total air yang telah di-droping pihaknya mencapai 288 ribu liter.
Dalam pelayanan droping air ini, telah dijadwalkan sesuai dengan pembagian dari pihak BPBD. Daerah yang sudah disasar hampir menyebar, mulai dari daerah Sekotong, Lembar, Kuripan, dan kecamatan lainnya. Diakui kendala yang dihadapi dalam pelayanan droping air ini, sulitnya medan, seperti di wilayah Sekotong. Sedangkan untuk armada pengangkutan air, pihaknya memiliki satu unit kendaraan tangki. Personel yang turun mendistribusikan air pun diakui telah memadai, sesuai dengan SOP. (her)

