PEMPROV NTB akan merevitalisasi Istana Dalam Loka, Sumbawa setelah mendapatkan kucuran anggaran dari Kementerian Kebudayaan senilai Rp26 miliar.
Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhammad Ihwan, mengatakan pihaknya awalnya mengusulkan sekitar Rp76 miliar untuk revitalisasi salah satu cagar budaya tersebut. Namun, pemerintah pusat menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp26 miliar yang akan digunakan untuk penanganan tiga bangunan di kawasan tersebut.
“Awalnya kami mengusulkan Rp76 miliar, tetapi yang disetujui sekitar Rp26 miliar dari kementerian. Anggaran itu untuk tiga bangunan, yakni Istana Kuning, Istana Putih, dan Istana Dalam Loka,” ujarnya.
Saat ini, anggaran tersebut kini tengah diverifikasi ulang dan penyusunan teknis. Hal ini menyusul Istana Dalam Loka merupakan bangunan cagar budaya, seluruh proses pekerjaan harus dilakukan secara hati-hati sesuai dengan kaidah pelestarian.
“Karena ini bagian dari cagar budaya, perlakuannya tentu tidak sama dengan bangunan biasa. Semua proses harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” katanya.
Menurutnya, revitalisasi difokuskan untuk mengembalikan fungsi dan kondisi bangunan seperti semula. Sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan dan kemiringan akan diperbaiki agar lebih aman dan nyaman bagi pengunjung.
“Dikembalikan ke fungsi semula. Ada beberapa bagian yang sudah rusak dan miring, sehingga perlu direvitalisasi agar lebih aman dan nyaman,” ungkapnya.
Selain memperbaiki fisik bangunan, Pemprov NTB Ihwan berujar juga akan membenahi sistem pengelolaan kawasan tersebut. Tujuannya agar keberadaan Istana Dalam Loka tidak hanya menjadi situs bersejarah, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan ekosistem kebudayaan.
“Yang paling penting setelah revitalisasi adalah menghidupkan ekosistemnya, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan pengelola, tetapi juga UMKM yang ada di sekitar kawasan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Istana Dalam Loka akan terus dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya yang dapat mendukung ekonomi kebudayaan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Namun, pelestarian nilai sejarah dan budaya tetap menjadi prioritas utama.
“Pengembangannya memang diarahkan menjadi objek wisata budaya dan ekonomi kebudayaan. Tetapi yang paling penting adalah menjaga nilai-nilai budaya karena ini merupakan cagar budaya,” tambahnya.
Ihwan memperkirakan pekerjaan revitalisasi Istana Dalam Loka mulai dilaksanakan pada akhir Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada tahun yang sama.
“Targetnya tahun ini harus dibangun dan selesai tahun ini juga. Targetnya akhir Juli sudah mulai dikerjakan,” pungkasnya. (era)

