Praya (Suara NTB) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti turun memantau pelaksanaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 2 Praya, Kamis (16/7). Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung implementasi program MPLS ramah yang dicabangkan pemerintah pusat pada tahun ajaran baru kali ini.
Kesempatan itu dimanfaatkan Mendikdasmen untuk berinteraksi langsung dengan siswa-siswi baru di sekolah setempat.
“Kedatangan kita kali ini untuk memastikan program MPLS ramah benar-benar diimplementasikan oleh sekolah, khususnya di SMA Negeri 2 Praya,” sebut Abdul Mu’ti kepada awak media, usai kunjungan.
Ia menegaskan MPLS merupakan sarana pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru. Sekaligus wadah penelurusan minat dan bakat siswa baru. Bukan sarana kekerasan atau bullying, sehingga pihaknya menekankan kepada pihak sekolah agar benar-benar serius menerapkan program MPLS ramah.
Selama kegiatan MPLS sebutnya, siswa baru haruslah diperlakukan dengan baik. Terbebas dari unsur kekerasan, perundungan dan bentuk kekerasan lainya, baik mental maupun fisik agar siswa baru bisa merasa aman dan nyaman selama mengikuti kegiatan MPLS.
Materi-materi yang diberikan selama kegiatan MPLS juga diarahkan kepada hal-hal yang positif. Seperti materi tentang bahaya narkoba, judi online hingga dampak dari bulliying itu sendiri. Agar siswa baru bisa mendapat pengetahuan tambahan yang bisa memberikan manfaat ke depannya. “Perundungan dan kekerasan dalam MPLS itu harus ditinggalkan,” tegasnya.
Usai memantau pelaksanaan MPLS, Mendikdasmen berkesempatan untuk meninjau langsung program revitalisasi sekolah di SMA Negeri 2 Praya. Di mana tahun ini SMA Negeri 2 Praya mendapat dukungan anggaran hingga Rp 1,6 miliar dari pemerintah pusat. Anggaran tersebut diperuntukan untuk membiayai rehab lima ruang kelas serta pembangunan tiga sarana pendukung sekolah, seperti ruang UKS dan BK.
Pelaksanaan revitalisasi sekolah itu sendiri saat ini sudah berjalan dan ditargetkan selesai dalam 6 bulan. “Tahun ini pemerintah pusat menargetkan merevitalisasi sebanyak 71.744 ruang kelas. Salah satunya di SMA Negeri 2 Praya ini,” ujar seraya menambahkan revitalisasi sekolah sendiri dimaksudkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sehingga siswa bisa belajar dengan aman dan nyaman. (kir)

