BerandaHEADLINEJaringan Irigasi Bendungan Meninting Belum Dibangun, Pemprov NTB Sebut Itu Kewenangan Pusat

Jaringan Irigasi Bendungan Meninting Belum Dibangun, Pemprov NTB Sebut Itu Kewenangan Pusat

BENDUNGAN Meninting yang baru seminggu diresmikan Presiden Prabowo Subianto terletak di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat belum memiliki jaringan irigasi. Akibatnya, bendungan senilai Rp1,4 triliun ini belum bisa mengairi lahan pertanian warga yang berdampak pada mati surinya belasan hektare lahan pertanian warga.


Menyikapi hal ini, Pemerintah Provinsi NTB melalui Asisten II Setda NTB, Lalu Moh. Faozal mengaku tetap berkomunikasi dengan pusat mengenai pembangunan Bendungan Meninting, mulai dari pembangunan utama bendungan hingga pembangunan irigasi.


“Ya pasti (komunikasi, red). Karena ini kan satu rangkaian (bendungan hingga irigasi),” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan irigasi sepanjang kurang lebih 30 kilometer merupakan kewenangan pusat. Karena pembangunan primer hingga tersier bendungan dibangun langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Hanya saja, ia menilai baru bangunan primer dan sekunder yang telah rampung, sementara bangunan tersier seperti irigasi masih dalam proses pembahasan.
“Bisa jadi ada yang masih belum selesai sampai tersiarnya, tetapi seluruhan dari fasilitas utama bendungan kan sudah dirizmikan presiden,” ungkapnya.


Bendungan Meninting yang berada di Kabupaten Lombok Barat, lanjut Faozal memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah. Meski berada di Lobar, daerah yang diproyeksikan paling banyak menerima manfaat irigasi dari bendungan tersebut adalah lahan pertanian di Lombok Tengah.


Sebelum adanya Bendungan Meninting, sebagian lahan pertanian di wilayah Lombok Tengah hanya mengandalkan air hujan, sehingga umumnya hanya dapat ditanami padi satu kali dalam setahun. Di musim tertentu, petani dapat memaksakan dua kali musim tanam, namun dinilai berisiko karena keterbatasan pasokan air.


“Ini satu-satunya bendungan di Lombok Barat. Di Lombok Tengah itu ada dua bendungan, Bendungan Batujai dan Bendungan Pengga. Tapi aliran dua bendungan itu bukan ke Lombok Tengah, tapi ke Lombok Barat. Nah ini Meninting adanya di Lombok Barat, tetapi penikmatnya itu besok Lombok Tengah paling banyak,” jelasnya.


Dengan terbangunnya jaringan irigasi dari Bendungan Meninting, mantan Kepala Dishub NTB itu berharap intensitas tanam dapat meningkat hingga tiga kali dalam setahun. Peningkatan indeks pertanaman tersebut diharapkan mampu mendongkrak produksi pangan dan mendukung target peningkatan produksi beras nasional mencapai 720 ribu ton dari bendungan Meninting.


Namun demikian, target produksi tersebut baru dapat tercapai setelah seluruh infrastruktur pendukung, terutama jaringan irigasi, selesai dibangun dan berfungsi secara optimal.
“Di Lombok Tengah bagian Selatan itu cuma satu kali panen. Bisa saja dua kali kalau dipaksa-paksa. Tapi kan berisiko,” pungkasnya. (era)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO