BerandaPENDIDIKANPelestarian Bahasa Daerah Diperkuat Lewat Pengolahan Data Korpus

Pelestarian Bahasa Daerah Diperkuat Lewat Pengolahan Data Korpus

Mataram (Suara NTB) – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Lokakarya Pengolahan Data Korpus Bahasa Daerah Tahun 2026 di salah satu hotel di Mataram, pada Rabu (15/7) sampai dengan Jumat (17/7). Lokakarya ini sebagai bentuk upaya dalam meningkatkan kapasitas pegiat dan pemerhati bahasa dalam mendokumentasikan serta mengelola data kebahasaan secara sistematis,


Sebanyak 15 peserta yang terdiri atas pegawai Balai Bahasa Provinsi NTB serta pegiat dan penutur asli bahasa Sasak hadir untuk menyimak materi dari narasumber pakar untuk mengembangkan kompetensi dalam pengolahan data korpus bahasa daerah. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pelestarian bahasa daerah sekaligus memperkuat pemanfaatannya untuk kepentingan penelitian, pendidikan, dan pengembangan teknologi bahasa.


Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pada era ini, data linguistik adalah fondasi dari teknologi masa depan. Menurutnya, Indonesia dianugerahi kekayaan yang luar biasa dengan lebih dari 700 bahasa daerah. Namun, kenyataan di tahun 2026, bahasa yang tidak hadir di ruang digital adalah bahasa yang terancam sunyi.


Arie Andrasyah Isa menganalogikan bahwa saat ini, mesin dan algoritma sangat minim dalam mengetahui bahasa daerah yang Indonesia miliki, diperlukan bahan bakar berupa korpus untuk mendukungnya. Ia menegaskan bahwa data korpus bahasa daerah, baik berupa teks, transkrip, maupun rekaman audio yang teranotasi merupakan nyawa dari revitalisasi bahasa di era digital.


Ia menitipkan beberapa harapan dan arahan strategis untuk kegiatan ini terkait dengan perumusan standar anotasi, metadata, dan format pertukaran data korpus serta hasil konkret dari lokakarya ini berupa data yang terolah dan peta jalan pembangunan korpus bahasa daerah yang jelas targetnya.


Dalam kegiatan ini, hadir seorang narasumber pakar korpus, Gede Primahadi Wijaya Rajeg, seorang pengajar di Universitas Udayana. Selama tiga hari ke depan, ia akan menyampaikan materi terkait dengan pengenalan linguistik korpus, pengolahan data korpus lisan bahasa daerah, dan pengolahan data korpus tulis bahasa daerah. Narasumber secara langsung akan membimbing peserta dalam praktik nyata pengolahan data korpus lisan dan tulis. Data-data yang akan diolah, telah dikumpulkan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB melalui pengumpulan data pada bulan Juni lalu selama empat hari di Kabupaten Lombok Tengah dan kabupaten Lombok Utara. (ron)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO