Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan menambah Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Saat ini, stok pangan tercatat sebanyak 28,42 ton, tetapi belum sesuai target.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) KSB, Hj. Nurul Syaspri Akhdiyanti mengatakan, pada triwulan III tahun 2026, pihaknya akan melakukan pengadaan tambahan sebanyak 4 ton beras. Dalam proses pengadaan akan mengganti mitra yang bekerja sama dengan Perum Bulog.
“Untuk pengadaan itu kami akan segera bersurat ke Bulog, karena mekanismenya memang harus diawali dengan permintaan dari pemerintah daerah,” katanya, Senin (20/7).
Nurul menjelaskan, stok CBP masih jauh dari kebutuhan daerah. Berdasarkan perhitungan Pemerintah Provinsi NTB, KSB seharusnya memiliki cadangan beras sebanyak 57,61 ton pada 2026. Dengan stok yang ada saat ini, pemenuhan baru mencapai 36,43 persen, sedangkan target indikator kinerja utama (IKU) dalam RPJMD tahun ini sebesar 57,73 persen. “Artinya kita masih kekurangan sekitar 29 ton untuk memenuhi kebutuhan cadangan beras pemerintah daerah,” urainya.
Untuk mengejar target tersebut, pihaknya akan mengusulkan tambahan anggaran pada APBD Perubahan 2026. Selain itu, pemenuhan kekurangan stok juga akan dimaksimalkan melalui alokasi anggaran pada tahun 2027.
Nurul menyatakan, penguatan cadangan pangan menjadi kebutuhan penting di tengah ketidakpastian kondisi global dan potensi musim kemarau yang lebih panjang.
“Kita tidak tahu kondisi global ke depan, ditambah lagi musim kemarau yang semakin panjang. Karena itu pangan harus selalu tersedia,” tegasnya.
Ia menambahkan, sesuai arahan Bupati Sumbawa Barat,H.Amar Nurmansyah bahwa kebijakan ketahanan pangan ke depan tidak hanya berfokus pada penyediaan beras,melainkan akan mulai menyiapkan cadangan berbagai jenis bahan pangan lainnya.
“Dulu cadangan beras pemerintah kabupaten hanya boleh disalurkan saat terjadi bencana alam atau paceklik. Sekarang sudah bisa dimanfaatkan untuk membantu keluarga rentan. Karena itu penyediaan cadangan pangan ke depan tidak hanya beras, tetapi juga bahan pangan lain seperti minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya,” beber Nurul.
Ia berharap ketahanan pangan daerah semakin kuat sehingga mampu menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, baik saat terjadi bencana maupun dalam menghadapi berbagai kondisi darurat lainnya.(bug)

