Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI,akan mewajibkan mata pelajaran (Mapel) Bahasa Inggris pada jenjang SD pada tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan ini tidak menyasar siswa kelas I dan II,melainkan mulai diberlakukan untuk kelas III-VI.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kota Mataram, Syarafudin mengatakan, sejumlah sekolah sebenarnya sudah terlebih dahulu menerapkan mapel Bahasa Inggris. Hal ini berkaitan dengan keberadaan guru mapel Bahasa Inggris yang belum sepenuhnya merata di seluruh sekolah di Mataram.
Pihaknya sendiri berencana menyiapkan kompetensi guru sebelum kebijakan mewajibkan pelajaran Bahasa Inggris benar-benar diterapkan.
“Kalau tahun ajaran baru ini masih pilihan. Tahun 2027/2028 berlaku wajib,sehingga kita siapkan gurunya dulu,” ujarnya, Senin (20/7).
Di samping memanfaatkan guru yang berlatar belakang mapel sesuai kompetensinya, Disdik juga akan menggenjot kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan.
“Iya, kalau pelatihan mungkin banyak pelatihan sekarang,tetapi yang latar belakangnya misalnya guru kelasnya Bahasa Inggris, ya bisa memanfaatkan itu untuk di kurikulum,” terangnya.
Sebelumnya Mendikdasmen, Prof. H. Abdul Mu’ti menjelaskan dalam upaya pemenuhan kebutuhan guru Bahasa Inggris, prosesnya tidak akan melalui kualifikasi khusus, melainkan hanya dilakukan pelatihan secara intensif.
Sementara itu, penerapan kebijakan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan Mapel Bahasa Inggris kepada para siswa. Melalui proses ini, siswa-siswi diharapkan bisa memiliki pengetahuan dasar tentang bahasa Inggris serta memahaminya sebagai alat komunikasi saja.
“Jadi, jangan dibayangkan di tingkat sekolah dasar akan belajar tata bahasa dan metode lainnya. Tetapi mata pelajaran ini hanya untuk pengenalan di tingkat dasar saja,” jelasnya.
Mu’ti menambahkan, materi pembelajaran hanya berfokus pada pembelajaran seputar kosa kata sehari-sehari seperti menanyakan kabar, ucapan salam, dan meminta anak diam. Dengan demikian, guru yang akan mengampu mata pelajaran ini harus belajar secara ekstra atau memiliki keahlian berbahasa inggris.
“Jangan dipikirkan akan memberikan pelajaran yang sangat ilmiah untuk tahap dasar, melainkan hanya sebatas pengenalan saja. Sehingga anak-anak bisa mengetahui mata pelajaran bahasa Inggris,” pungkasnya. (sib)

