Kota Bima (Suara NTB) – Rencana Pemerintah Kota Bima memasang kamera pengawas di 80 titik tertunda. Hal ini terjadi karena efisiensi anggaran.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bima Muhammad Hasyim, mengatakan sejumlah 20 kamera pengawas yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2025, telah selesai dipasang.
Sebanyak 20 titik CCTV tersebut dipasang di Pertigaan Sambinae–Panggi, SPBU Amahami, Lawata, PT Pertamina, Wadumbolo, Taman Jenamawa, Ni’u, Jembatan Padolo I, Jembatan Padolo III, Taman Amahami, Pos Kota, Daya Indah, Masjid Al-Muwahiddin, Bolly, SMAN 4 Kota Bima, Pasar Penaraga, Lapangan Pahlawan Raba, Pertigaan Kodo, dan Taman Pasar Raba. Pemkot Bima kini mencapai 46 unit yang tersebar di berbagai titik strategis di wilayah kota.
“Yang sebelumnya ada 26 titik, ditambah yang baru jadi total keseluruhannya sekarang 46 CCTV,” katanya.
Menurut Hasyim, keberadaan CCTV tersebut dimaksudkan untuk memperkuat sistem pengawasan di berbagai kawasan strategis sekaligus meningkatkan konektivitas pemantauan dalam kota.
Meski demikian, rencana melanjutkan penambahan CCTV pada APBD 2026 untuk memenuhi target 80 titik belum dapat direalisasikan. Menurut Hasyim, kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.
“Di 2026 karena efek efisiensi sementara belum ada penambahan CCTV,” pungkasnya.
Hingga saat ini, jumlah CCTV yang terpasang baru mencapai 46 unit, terdiri atas 26 unit yang telah ada sebelumnya dan tambahan 20 unit melalui APBD Perubahan 2025. (hir)

