BerandaNTBKOTA BIMAStunting Jadi Persoalan Paling Mendesak

Stunting Jadi Persoalan Paling Mendesak

Kota Bima (Suara NTB) – Stunting dinilai menjadi persoalan paling mendesak yang perlu segera ditangani di Kota Bima. Penanganannya tidak cukup hanya melalui pemenuhan gizi anak, tetapi juga membutuhkan pendampingan keluarga dan penguatan pola pengasuhan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bima, H. Ichwanul Muslimin, SP., MM., mengatakan stunting menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian karena merupakan isu nasional.

“Kalau saya, stunting yang paling mendesak. Karena stunting ini menjadi isu nasional,” katanya pada,Kamis (17/9).

Menurut Ichwanul, pemenuhan gizi anak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pencegahan stunting. Namun, pemberian makanan kepada anak juga perlu memperhatikan keberagaman menu.

Untuk memperkuat pendampingan keluarga, DPPKB menjalankan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat) di sejumlah kelurahan. Program tersebut diarahkan untuk memberikan edukasi kepada orang tua mengenai penyediaan makanan yang beragam sesuai kebutuhan anak.

“Melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat), kami melakukan pendampingan dan menyadarkan para orang tua sebagai penyaji makanan agar memberikan variasi makanan kepada anak,” katanya.

Ichwanul mengatakan pendampingan melalui Dahsat juga memberikan gambaran mengenai pola makan yang disukai anak. Hal tersebut menjadi masukan dalam penyediaan makanan yang tetap memperhatikan kebutuhan gizi sekaligus penerimaan anak terhadap makanan yang diberikan.

Dalam pelaksanaannya, DPPKB melibatkan kader untuk mendampingi keluarga yang memiliki risiko stunting. Pendampingan dilakukan di wilayah yang berdasarkan pemetaan dinilai memiliki risiko lebih tinggi. Pemutakhiran data keluarga berisiko stunting dilakukan melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA). DPPKB juga meningkatkan kapasitas tenaga lini lapangan untuk mendukung upaya pencegahan stunting.

Ichwanul menilai penanganan stunting tidak dapat dilepaskan dari peran keluarga. “Edukasi kepada orang tua dan pengasuh diperlukan agar pemenuhan kebutuhan anak tidak hanya melalui pemberian makanan, tetapi juga didukung pola pengasuhan yang tepat,” pungkasnya. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO