BerandaNTBKOTA MATARAMTarget 35 Tempah Dedoro

Target 35 Tempah Dedoro

PEMERINTAH Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, menargetkan pembangunan 35 unit tempah dedoro yang tersebar di tujuh lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi volume sampah organik rumah tangga.

Lurah Pagutan Barat, Irawan Kusumahadi, mengatakan setiap lingkungan ditargetkan memiliki lima unit tempah dedoro sehingga total yang akan dibangun mencapai 35 unit. Saat ini proses pembangunan masih berlangsung dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

“Kita targetkan tujuh lingkungan masing-masing memiliki lima tempah dedoro. Saat ini masih dalam proses pengerjaan,” ujarnya saat ditemui, Senin (27/7).

Ia menjelaskan, jumlah tempah dedoro di wilayahnya baru dua unit yang telah terpasang. Kedua unit itu merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram. Sementara target 35 unit dibangun menggunakan anggaran Kelurahan Pagutan Barat yang saat ini masih dalam tahap pelaksanaan.

Menurut Irawan, pembangunan dilakukan secara bertahap di seluruh lingkungan dengan mempertimbangkan kesiapan lokasi. Meski menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan, pemerintah kelurahan tetap berupaya agar seluruh target dapat direalisasikan sesuai jadwal.

“Insyaallah target kita bulan ini seluruh pengerjaan selesai,” katanya.

Ia mengakui hambatan utama dalam pembangunan tempah dedoro bukan berasal dari anggaran, melainkan kondisi geografis wilayah. Sebagian besar kawasan Pagutan Barat berada di sekitar lahan persawahan dengan muka air tanah yang cukup tinggi sehingga menyulitkan proses pemasangan buis beton atau gumbeleng sebagai konstruksi utama tempah dedoro.

Kondisi tersebut menyebabkan proses penggalian harus dilakukan berulang kali karena lubang yang dibuat cepat terisi air sebelum pemasangan selesai.

“Begitu digali dan baru masuk satu atau dua gumbeleng, air sudah keluar. Karena itu kami harus mencari titik lain yang lebih memungkinkan,” jelasnya.

Ia mengatakan kendala tersebut terjadi di salah satu lingkungan, yakni Lingkungan Baru Rujung. Tim pelaksana akhirnya harus memindahkan titik pembangunan agar konstruksi dapat berdiri dengan baik dan berfungsi secara optimal.

Menurutnya, keberadaan tempah dedoro menjadi salah satu fasilitas penting dalam mendorong perubahan pola pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Masyarakat diharapkan tidak lagi membuang sampah organik ke tempat pembuangan sementara (TPS), melainkan mengolahnya langsung di lingkungan masing-masing menjadi kompos.

Program tempah dedoro merupakan salah satu inovasi Pemerintah Kota Mataram dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program yang diluncurkan Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, sejak akhir 2025 itu ditujukan untuk menekan timbulan sampah organik yang selama ini mendominasi volume sampah harian di Kota Mataram. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO