Mataram (Suara NTB) – Mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) berhasil meraih prestasi cemerlang di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026. Enam mahasiswa Unizar berhasil meraih medali di sejumlah cabang olahraga (cabor) Porprov NTB 2026.
Keenam mahasiswa tersebut yaitu Haris Raynor dari Fakultas Kedokteran Unizar meraih medali emas pada cabor Akuatik. Maulana Rizki dari Fakultas Hukum Unizar meraih medali emas pada cabor Taekwondo. Nazwa Kirani Febrianti dari Fakultas Hukum Unizar meraih medali emas cabor Soft Tenis nomor tunggal putri. Mery Afrianti dari Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unizar meraih medali perak cabor gulat. Arbian Mahmassani dari Fakultas Hukum Unizar meraih medali perunggu cabang olahraga Kickboxing kelas 63 kilogram. Dan, Virginia Iza Adzani, mahasiswi Semester VII Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unizar meraih medali perunggu cabor tenis meja.
Keberhasilan para mahasiswa Unizar ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah mampu menghasilkan prestasi membanggakan, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan selama masa persiapan.
Borong Tiga Medali
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unizar, Haris Raynor, selain berhasil menjadi juara pada cabang olahraga akuatik, Haris Raynor juga mencatatkan prestasi yang sangat membanggakan dengan memborong tiga medali pada ajang Porprov XII NTB Tahun 2026. Ia sukses membawa pulang dua medali emas dari nomor 50 meter gaya punggung dan 100 meter gaya punggung, yang keduanya merupakan nomor individu.
Sementara itu, satu medali perak diraihnya pada nomor 4×50 meter estafet gaya bebas bersama rekan-rekan satu tim. Capaian tersebut menegaskan konsistensi Haris sebagai salah satu perenang terbaik NTB, sekaligus menunjukkan kemampuannya tidak hanya bersinar di nomor individu, tetapi juga memberikan kontribusi maksimal pada nomor beregu.
Saat ini Haris telah memasuki fase Koas (Dokter Muda), sebuah tahap pendidikan profesi kedokteran yang dikenal memiliki jadwal sangat padat dan menuntut kesiapan fisik maupun mental. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berlatih dan mengharumkan nama almamater.
“Saya tentu sangat bersyukur dan lega. Semua disiplin latihan dan kerja keras selama masa persiapan akhirnya terbayar tuntas di garis finis. Medali emas ini menjadi pembuktian atas konsistensi saya,” ungkap Haris.
Menurutnya, keberhasilan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Di tengah keterbatasan waktu akibat aktivitas klinis sebagai dokter muda, ia tetap mampu mempertahankan performa terbaiknya sebagai atlet.
Bangkit dari Cedera
Sementara itu, Maulana Rizki juga menjalani peran yang tidak sederhana. Selain menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Unizar, ia juga merupakan anggota aktif Kepolisian Republik Indonesia yang bertugas di Polresta Mataram.
Maulana mengaku bangga dapat mengharumkan nama institusi tempatnya mengabdi sekaligus almamater yang mendukung perjalanan akademiknya.

“Saya selalu bangga dengan pencapaian saya, dan saya sangat senang bisa membanggakan nama institusi dan nama kampus saya,” ungkap Maulana.
Kesuksesan Maulana tidak diraih secara instan. Persiapan menuju Porprov dijalaninya melalui latihan intensif setiap hari setelah memperoleh dispensasi dari institusi kepolisian agar dapat fokus mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan.
Di saat yang sama, ia tetap menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Unizar yang sedang mengikuti program magang di lingkungan Polresta Mataram. Kondisi tersebut membuatnya harus mengatur waktu antara aktivitas akademik, tugas kedinasan, dan latihan.
“Untuk mempersiapkan kejuaraan ini, saya mendapat dispensasi dari kepolisian. Intensitas latihan cukup keras, setiap hari saya menjalani latihan pagi dan sore. Saya bersyukur diberikan keringanan waktu sehingga bisa fokus berlatih,” jelasnya.
“Posisi saya sebagai mahasiswa Unizar yang sedang melaksanakan magang di kantor saya di Polresta Mataram membuat saya lebih mudah membagi waktu antara magang dan latihan,” tambahnya.
Perjalanan menuju medali emas juga diwarnai proses pemulihan dari cedera yang sempat menghambat persiapannya. Dengan latihan yang konsisten, Maulana perlahan mengembalikan performa hingga mampu tampil maksimal sepanjang pertandingan.
“Mempersiapkan diri dari nol bukan hal yang mudah, apalagi saya masih dalam tahap pemulihan cedera. Tetapi dengan latihan yang konsisten dan intensitas latihan yang keras, Alhamdulillah saya bisa mengembalikan performa saya,” tuturnya.
Bolak-Balik Mataram–Lombok Timur demi Latihan
Tak kalah menariknya, kisah Nazwa Kirani Febrianti yang harus menempuh perjalanan dari Kota Mataram menuju Lombok Timur demi menjalani latihan. Di tengah jadwal kuliah sebagai mahasiswi Semester III Fakultas Hukum Universitas Islam Al-Azhar, rutinitas itu dijalaninya selama berbulan-bulan hingga akhirnya berbuah medali emas pada cabang olahraga Soft Tenis nomor tunggal putri dalam Porprov Tahun 2026.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian yang istimewa bagi Nazwa. Selain menjadi juara, ia juga berhasil mempersembahkan medali emas nomor perorangan bagi daerahnya setelah melalui proses latihan yang panjang dan penuh disiplin.

Mahasiswi asal Rakam, Lombok Timur, itu mengaku masih diliputi rasa syukur atas keberhasilan yang diraih.
“Alhamdulillah rasanya senang sekali, campur lega dan bangga. Perjuangan selama ini akhirnya terbayar lunas. Apalagi ini pertama kali saya bisa mempersembahkan emas untuk kabupaten saya di nomor single putri cabang olahraga Soft Tenis. Terima kasih kepada semua yang sudah mendoakan dan mendukung saya,” ungkapnya.
Berani Keluar dari Zona Nyaman
Berani mencoba tantangan baru menjadi titik balik bagi Mery Afrianti. Setelah sebelumnya berprestasi di cabang olahraga Kurash, mahasiswi Semester V Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unizar itu memutuskan beralih ke gulat. Keputusan tersebut berbuah manis dengan raihan medali perak pada Porprov NTB Tahun 2026.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa keberanian keluar dari zona nyaman, dipadukan dengan latihan yang konsisten dan disiplin, mampu membuka peluang meraih pencapaian baru. Bagi Mery, medali tersebut bukan hanya hasil sebuah pertandingan, tetapi juga buah dari proses belajar dan keberanian menghadapi tantangan yang berbeda.

Mery mengaku bersyukur atas capaian yang diraihnya sekaligus menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Universitas Islam Al-Azhar atas dukungan dan doa yang terus mengiringi perjalanannya.
“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu di Universitas Islam Al-Azhar atas ucapan selamat dan doa yang diberikan kepada saya. Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa sampai di titik ini dan meraih medali perak. Walaupun belum berhasil mendapatkan medali emas, saya tetap bersyukur atas hasil yang telah saya capai,” ungkap Mery.
Komitmen dan Manajemen Waktu
Menjalani perkuliahan, mengikuti program magang di DPRD Kota Mataram, sekaligus berlatih secara intensif selama enam bulan bukanlah hal mudah. Namun tantangan itu berhasil dijalani Arbian Mahmassani hingga mengantarkannya meraih medali perunggu cabang olahraga Kickboxing kelas 63 kilogram pada Porprov Nusa Tenggara Barat XII Tahun 2026.
Mahasiswa Semester VII Fakultas Hukum Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) tersebut membuktikan bahwa komitmen, disiplin, dan manajemen waktu yang baik mampu membuka jalan menuju prestasi. Capaian itu sekaligus menambah deretan mahasiswa Unizar yang sukses mengharumkan nama kampus pada ajang olahraga tingkat provinsi.

Arbian mengaku bersyukur atas hasil yang diraihnya. Meski belum berhasil membawa pulang medali emas, ia tetap memaknai pencapaian tersebut sebagai hasil dari proses panjang yang telah dijalaninya.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk kedua kalinya menorehkan prestasi di ajang Porprov. Sebelumnya saya juga pernah naik podium pada Porprov 2018 di cabang Taekwondo. Walaupun tahun ini belum diberikan rezeki untuk membawa pulang medali emas, saya tetap bersyukur karena tidak pulang dengan tangan kosong,” ungkapnya.
Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum
Prestasi membanggakan juga ditorehkan Virginia Iza Adzani. Mahasiswi Semester VII Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unizar, berhasil meraih medali perunggu pada cabang olahraga tenis meja dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII Tahun 2026.
Mahasiswi yang akrab disapa Iza itu mengaku sangat bersyukur atas pencapaiannya. Baginya, medali perunggu memiliki makna yang sangat istimewa karena diraih setelah sempat berhenti berlatih tenis meja selama tiga tahun.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bangga. Saya sempat berhenti latihan selama tiga tahun, kemudian dipanggil kembali untuk mengikuti Porprov. Persiapan latihan hanya beberapa bulan, tetapi Alhamdulillah masih bisa menghasilkan medali,” ungkap Iza saat diwawancarai, Selasa (28/7/2026).
Untuk menghadapi Porprov NTB XII, Iza menjalani persiapan yang cukup intensif. Ia mengaku berlatih setiap hari dengan tetap menjaga kondisi fisik agar mampu tampil maksimal saat pertandingan berlangsung.
Selain latihan teknik, ia juga menjalani latihan fisik secara rutin, menjaga pola makan, memperhatikan kesehatan, serta memastikan waktu istirahat tetap terpenuhi.
“Persiapannya latihan setiap hari, latihan fisik, menjaga kesehatan, dan istirahat yang cukup. Semua itu penting supaya bisa tampil maksimal saat bertanding,” katanya.
Saat ini juga sedang dibuka Gelombang III Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Islam Al-Azhar sampai 25 Agustus 2026. (r/ron)

