Mataram (Suara NTB) — Prestasi akademik membanggakan ditorehkan oleh Syaharuddin, mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana UIN Mataram. Pada Yudisium Pascasarjana Semester Genap yang berlangsung 30 Juli 2026, ia ditetapkan sebagai Lulusan Terbaik Utama Pascasarjana setelah meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 serta mencatat produktivitas publikasi ilmiah yang menonjol selama menempuh studi.
Sepanjang masa perkuliahan, Syaharuddin menghasilkan 21 publikasi ilmiah yang terbit pada jurnal bereputasi, terdiri atas 1 artikel pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1, 2 artikel pada jurnal terakreditasi Sinta 2, 4 artikel pada jurnal Sinta 3, 11 artikel pada jurnal Sinta 4, 1 artikel pada jurnal Sinta 5, serta 2 artikel pada prosiding internasional terindeks Google Scholar. Selain itu, ia juga menerbitkan dua buku ber-ISBN yang merupakan luaran akademik selama menempuh studi, yakni hasil pengembangan mata kuliah metodologi penelitian dan hasil konversi dari tesis.
Selama masa studi, ia juga aktif sebagai presenter pada sejumlah konferensi internasional, sehingga pengalaman akademiknya tidak hanya ditunjukkan melalui publikasi, tetapi juga melalui diseminasi hasil penelitian pada forum ilmiah internasional. [Akun GS]
Produktivitas tersebut tidak terlepas dari kebijakan akademik Pascasarjana UIN Mataram yang mewajibkan setiap mahasiswa memiliki publikasi ilmiah sebagai salah satu syarat penyelesaian studi, dengan standar minimal artikel pada jurnal terakreditasi Sinta 4. Kebijakan tersebut mendorong tumbuhnya budaya akademik yang kolaboratif, di mana dosen dan mahasiswa bersama-sama mengembangkan luaran setiap mata kuliah menjadi artikel ilmiah yang layak dipublikasikan.
Budaya akademik tersebut dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya literasi ilmiah mahasiswa. Setiap mata kuliah tidak hanya diarahkan pada pencapaian capaian pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan gagasan ilmiah melalui kajian literatur, penelitian, dan publikasi. Pola pembelajaran ini memperkuat kemampuan mahasiswa pascasarjana dalam membaca, menulis, serta menghasilkan karya ilmiah yang memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Rekam Jejan Publikasi Mahasiswa Jadi Salah Satu Indikator Penting
Ketua Program Studi Magister MPI UIN Mataram, Dr. Muammar, M.Pd., mengatakan bahwa rekam jejak publikasi mahasiswa merupakan salah satu indikator penting dalam membangun budaya akademik sekaligus meningkatkan reputasi program studi dan institusi.
“Produktivitas publikasi mahasiswa tidak hanya mencerminkan kualitas lulusan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan reputasi Program Studi dan Pascasarjana UIN Mataram. Luaran akademik seperti publikasi ilmiah, buku, maupun partisipasi pada konferensi internasional menjadi indikator yang turut diperhatikan dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi dan proses akreditasi,” ujar Muammar.
Menurutnya, capaian mahasiswa juga menjadi tolok ukur bagi angkatan berikutnya untuk terus meningkatkan budaya riset dan publikasi ilmiah.
“Kami berharap rekam jejak ini dapat menjadi standar sekaligus motivasi bagi mahasiswa angkatan berikutnya. Budaya meneliti, menulis, dan mempublikasikan hasil penelitian perlu terus dijaga agar menjadi tradisi akademik yang berkelanjutan,” katanya.
Tesis yang Diangkat Syaharuddin
Dalam menyelesaikan studi magisternya, Syaharuddin mengangkat tesis berjudul “Pengaruh Strategi Kepemimpinan dan Integrasi Teknologi terhadap Pengelolaan Kurikulum dan Profesionalisme Guru Pesantren Modern di Lombok Barat.” Penelitian tersebut dibimbing oleh Dr. H. Yudin Citriadin, M.Pd. dan Dr. Alfira Mulya Astuti, M.Si. Penelitian melibatkan tiga pondok pesantren modern di Lombok Barat, yakni Pondok Pesantren Nurul Hakim, Pondok Pesantren Nurul Haromain, dan Pondok Pesantren Al Ishlahuddiny, untuk mengkaji pengaruh strategi kepemimpinan dan integrasi teknologi terhadap pengelolaan kurikulum serta profesionalisme guru.
Syaharuddin menuturkan bahwa keberhasilan yang diraihnya tidak terlepas dari ekosistem akademik yang dibangun di Pascasarjana UIN Mataram. Diskusi bersama dosen-dosen bergelar profesor dan doktor dalam setiap perkuliahan mendorong mahasiswa untuk mengembangkan isu-isu aktual menjadi penelitian yang memiliki kontribusi ilmiah dan layak dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional.
“Budaya akademik di Pascasarjana UIN Mataram mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada penyelesaian tugas perkuliahan. Setiap tugas diarahkan agar dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang memberi kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Dukungan para dosen dalam membimbing proses penelitian dan publikasi menjadi pengalaman akademik yang sangat berharga bagi saya,” ujar Syaharuddin.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan membangun kompetensi melalui penelitian, publikasi, dan kolaborasi akademik. Menurutnya, budaya literasi dan publikasi yang terus dikembangkan di lingkungan Pascasarjana UIN Mataram tidak hanya meningkatkan kualitas lulusan, tetapi juga memperkuat reputasi institusi sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. (ron/*)

