Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan Polri dalam mengawal suksesnya pengadaan bibit bawang putih Sembalun. Sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian ini dinilai menjadi langkah strategis untuk mempertahankan Sembalun sebagai sumber benih nasional.
“Kami senang karena pak Kapolri Jenderal Pol Sigit Prabowo yang rencananya juga turun tangan dan dijadwalkan akan datang ke Sembalun dalam waktu dekat ini,” ungkap Bupati Lotim saat dikonfirmasi media di Kantor Bupati Lotim, Kamis (30/7/2026).
Bupati Haerul mengungkapkan bahwa Kapolri berencana melakukan kunjungan ke Sembalun dalam waktu dekat. Rencana kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui pengembangan budidaya bawang putih di Kecamatan Sembalun.
Salah satu agenda utama kunjungan Kapolri adalah melakukan peletakan batu pertama pembangunan gudang penyimpanan sementara benih bawang putih. Pembangunan ini sangat dinanti oleh para petani mengingat keterbatasan fasilitas penyimpanan yang ada.
Bupati menuturkan, salah satu kendala terbesar pengembangan benih bawang putih Sembalun ini adalah tidak ada gudang besar tempat penyimpanan yang representatif . “Masyarakat tidak mampu membangun gudang yang banyak, sehingga kami meminta pemerintah,” jelas Bupati.
Ada anggapan dari pemerintah pusat untuk pembangunan gudang sebesar Rp5 miliar lebih. Meskipun anggaran pusat sebesar Rp5 miliar telah disiapkan untuk pembangunan gudang, ketersediaan lahan masih menjadi kendala utama. Saat ini, pemerintah daerah belum memiliki lahan yang siap dibangun.
Merespons situasi tersebut, Bupati Haerul berinisiatif untuk bernegosiasi dengan pihak perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU). “Saya akan minta satu hektar dilepas dari HGU itu. Terserah nanti mau dilepas, mau hak pakai dan sebagainya. Yang penting kita berdirikan gudang, sehingga penampungan hasil penanaman bawang putih yang akan kita jadikan sumber benih itu ada tempat penampungan,” tegasnya.
Sembalun sendiri memang tengah disiapkan sebagai pusat pembenihan bawang putih nasional dengan target luas lahan pembenihan sekitar 750 hektare hingga 1.000 hektare. Kawasan ini dinilai memiliki keunggulan geografis dan tingkat produktivitas yang mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Bupati Iron menegaskan bahwa kualitas produksi bibit bawang putih tetap menjadi perhatian utama. Mulai dari kesiapan benih, masa dormansi, daya tumbuh, hingga pemupukan dan pengendalian polutan terus dikawal. Para petani di Sembalun dinilai sudah memiliki pengetahuan yang memadai mengenai aspek-aspek teknis budidaya tersebut.
Dengan pengawalan dari Polri dan dukungan pemerintah pusat, diharapkan Sembalun dapat terus berkembang sebagai sentra perbenihan bawang putih unggul nasional dan mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. (rus)

