Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB memberikan atensi serius terhadap kondisi bangunan SMAN 1 Gunung Sari, yang hampir roboh. Proposal perbaikan telah dikirimkan ke Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTB, untuk segera ditindaklanjuti.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dikpora NTB, Tohajudin menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPMP NTB selaku perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di daerah, guna merespon kondisi darurat tersebut.
“Bahkan BPMP juga dari Komisi X perwakilan juga langsung turun untuk meninjau langsung ke sekolah. Itulah bentuk atensi dari Dikpora,” ujarnya, Kamis (30/7).
Saat ini, pihak SMAN 1 Gunung Sari telah merampungkan proposal revitalisasi bangunan sekolah yang kemudian diteruskan ke BPMP.
Langkah cepat sekolah ini diawali dari imbauan Dikpora NTB, yang meminta seluruh kepala sekolah melakukan asesmen mandiri terhadap kelayakan fasilitas pendidikan masing-masing.
Tohajudin mengapresiasi langkah antisipatif Kepala SMAN 1 Gunung Sari yang sigap mengosongkan dan melaporkan kondisi fisik bangunan, sehingga dapat mencegah timbulnya korban jiwa.
“Kita sudah bikin edaran dan dia bersurat dan sudah dilakukan asesmen oleh Dinas PUPR. Dan ternyata sekolah itu, enam kelas itu yang dinyatakan tidak layak oleh PUPR. selamatlah, tidak ada korban,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) NTB menyegel enam ruangan di SMAN 1 Gunungsari. Penyegelan ini dilakukan karena kondisi ruangan di sekolah tersebut, dinilai tidak layak dan berpotensi membahayakan siswa dan guru apabila tetap dijadikan ruangan kelas.
Akibat penyegelan tersebut, sejumlah siswa kelas XI SMAN 1 Gunung Sari terpaksa belajar di ruang darurat. Sekolah terpaksa memakai ruangan non-kelas seperti perpustakaan, bekas gedung, bekas musala, hingga kantin sekolah sebagai ruang darurat untuk belajar. (sib)

