BerandaNTBSUMBAWA BARAT2.136 Warga KSB Alami Krisis Air Bersih

2.136 Warga KSB Alami Krisis Air Bersih

Taliwang (Suara NTB) – Dua Kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai terdampak kekeringan imbas musim kemarau tahun ini. Akibatnya sebanyak 2.136 warga mengalami kesulitan akses mendapatkan air bersih.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB per 28 Juli 2026. Dua kecamatan yang mengalami kekeringan itu terjadi di Kecamatan Taliwang dan Kecamatan Poto Tano. “Total kepala keluarga (KK) yang terdampak di dua wilayah itu sebanyak 534 KK,” terang Kepala Pelaksana BPBD KSB, Abdullah, Jumat (31/7).

Di Kecamatan Taliwang, wilayah yang terdampak berada di Desa Seloto. Sebanyak 200 KK atau 800 jiwa di Dusun Brang Bulu mengalami kekurangan air bersih. Sementara, di Dusun Lenang Late, tercatat 48 KK atau 192 jiwa terdampak. Dengan demikian, total warga terdampak di Desa Seloto mencapai 248 KK atau 992 jiwa.

Sementara itu, di Kecamatan Poto Tano, daerah yang terdampak berada di Desa Senayan, meliputi Dusun Senayan Bawah di RT 14 dan RT 15 serta Dusun Jembatan Kemar RT 10, RT 11, dan RT 12. Jumlah warga terdampak di desa tersebut mencapai 286 KK atau 1.144 warga.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih ribuan warga yang terdampak kekeringan pada dua kecamatan BPBD telah mendistribusikan air bersih. Pendistribusian air bekerja sama lintas OPD dan pihak lainnya, penyaluran air bersih dilaksanakan setiap hari atau menyesuaikan kebutuhan permintaan warga.

“Kami memanfaatkan armada mobil tangki Dinas Damkar, PUPR, PDAM. Berikutnya juga kita dibantu aparat kepolisian, Bank NTB menyalurkan air bersih ke warga,” ujar Abdullah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KSB, Armayadi mengatakan, sejak adanya permintaan warga yang membutuhkan air bersih, pihaknya langsung mengambil inisiatif mandiri menyalurkan bantuan air bersih. Memanfaatkan armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih secara terjadwal setiap harinya ke desa-desa terdampak.

“Desa Seloto menjadi salah satu titik sasaran distribusi kami sejauh ini,” ujar Armayadi.

Armayadi pun berkomitmen, untuk terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan penyaluran air bersih sesuai kebutuhan warga. Ia berharap, upaya ini dapat membantu meringankan dampak kekeringan serta menjaga ketersediaan air bersih bagi warga hingga kondisi kembali normal.(bug)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO