Mataram (suarantb.com) – The SMERU Research Institute mengeluarkan rapor, enam provinsi dari 27 provinsi di Indonesia yang paling dianggap benar-benar serius, dalam menjalankan transisi energi salah satunya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Peneliti senior The SMERU Research Institute, Nila Warda menjelaskan untuk menilai keseriusan daerah dalam menjalankan transisi energi, bukan hanya dilihat dari potensi yang ada melainkan bagaimana program ini direncanakan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
Bukan hanya itu, setelah dimasukkan dalam RPJMD, pemerintah daerah juga perlu mensinkronkan dengan rencana umum energi daerah (RUED).
“NTB memiliki nilai sangat baik, karena di RPJMD-nya tertulis secara eksplisit tentang investasi swasta dan kemitraan publik dengan swasta khusus untuk proyek energi terbarukan,” kata Lala sapaan akrabnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Kebijakan NTB dalam membuat melakukan transisi energi ini juga dibuat secara matang mulai dari misi investasi berkelanjutan, tujuan, sasaran serta arah kebijakan yang jelas dari program ini.
Lala juga menyebut bukan Pemerintah Provinsi NTB bukan hanya membuat arah kebijakan dari program ini, tetapi bagaimana membuat kebijakan mitigasi mulai dari monitoring dan evaluasi, investasi terhadap lingkungan dan sosial dan dampak ekonomi.
“Jadi daerah disini tidak cuma membuka pintu bagi investor untuk investasi transisi energi, tetapi juga membuat instrumen pengawasan agar investasi benar-benar berdampak positif,” kata Lala.
Berdasarkan data rencana umum energi nasional (RUEN) tahun 2017, NTB memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) sebesar 10.000 -15.000 mega volt dengan dampak emisi gas rumah kaca (GRK) di bawah 100 juta ton.
Salah contoh yang diterapkan Pemerintah Provinsi NTB dalam menjalankan program ini ialah, peralihan penggunaan kendaraan konvesional ke kendaraan listrik untuk para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Selain NTB ada enam provinsi lain yang dianggap paling nyata dalam mewujudkan transisi energi ini, yaitu Bali, Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Kepulauan Riau dan Sulawesi Tenggara juga memiliki skor kesiapan yang cukup tinggi dalam menjalankan program ini.(r)

