BerandaNTBLOMBOK TENGAHDampak Musim Kemarau, Debit Air Baku Turun hingga 30 Persen

Dampak Musim Kemarau, Debit Air Baku Turun hingga 30 Persen

Praya (Suara NTB) – Memasuki bulan Agustus 2026 ini Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Adhia Rinjani (Tiara) Loteng mencatat terjadi penurunan debit air baku yang dikelola hingga 30 persen dari kondisi normal. Penurunan tersebut secara tidak langsung berdampak terhadap kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat di daerah ini. Masyarakat pun diminta untuk lebih efisien menggunakan air bersih selama musim kemarau berlangsung.


Demikian diungkapkan Direktur Utama Perumdam Tiara Loteng Bambang Supratomo, S.I.P., M.M., saat dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (4/8). Ia mengatakan, penurunan debit air baku yang paling dirasakan di fasilitas Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Bendungan Batujai. Hal itu dikarekan kondisi debit air baku di Bendungan Batujai sendiri saat ini sudah jauh menurun.


Di satu sisi, air baku Bendungan Batujai juga digunakan untuk kebutuhan pertanian. Tidak hanya untuk kebutuhan air bersih saja. “Yang paling dirasakan penurunannya yakni di SPAM Bendungan Batujai. Karena kita harus berbagi air baku untuk kebutuhan pertanian juga,” sebutnya.


Namun demikian pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan yang maksimal dan memastikan masyarakat bisa tetap menikmati layanan air bersih. Khususnya bagi pelanggaran yang dilayani dari SPAM Bendungan Batujai. Walaupun kondisi debit air yang diolah saat ini sudah jauh menurun.


Untuk yang bersumber dari mata air kondisi debitnya bisa dikarakan masih lebih baik. Meski mengalami penurunan yang secara tidak langsung juga berdampak terhadap pelayanan air bersih kepada masyarakata. “Harapan kita musim kemarau tahun ini tidak berlangsung lama. Karena kalau berlangsung lama jelas akan semakin berdampak terhadap kualitas pelayanan air bersih,” imbuh Bambang.


Dengan kondisi yang ada pihaknya juga berharap masyarakat bisa lebih bijak menggunakan air bersih. Tidak menghambur-hamburkan air bersih untuk keperluan yang tidak penting. Supaya distribusi air bersih bisa merata ke semua pelanggan yang ada. “Untuk mensiasati kondisi penurunan debit air baku jika terus berlangsung, kita rencanakan akan lakukan penjadwalan distribusi air,” ujarnya. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO