BerandaNTBLOMBOK BARATKades dan DPRD Lobar Desak UPT Damkar di Narmada Direalisasikan

Kades dan DPRD Lobar Desak UPT Damkar di Narmada Direalisasikan

Giri Menang (Suara NTB) – Kejadian kebakaran yang kerap terjadi di wilayah Narmada Lombok Barat (Lobar) menjadi sorotan para Kepala Desa (Kades) dan kalangan DPRD Lobar. Seperti yang terbaru menimpa warga di Dusun Peresak Utara, Desa Peresak, Narmada mengakibatkan 21 warga terpaksa mengungsi.


Dalam penanganan kebakaran ini, rentang kendali atau jarak tempuh yang jauh, menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran di wilayah Narmada. Untuk itu, masyarakat pun mendesak Pemkab segera merealisasikan UPT atau Pos Damkar di Narmada.


“Saya sudah lama menyuarakan usulan agar disiapkan UPT Damkar di wilayah Narmada. Pernah kami sampaikan beberapa kejadian (kebakaran) di Narmada, seperti kebakaran toko dan lainnya, aksesnya jauh butuh waktu 30-40 menit sehingga kami minta Damkar stand by di sana atau membuka unit di Kantor Camat,” kata anggota DPRD daerah pemilihan (dapil) Narmada-Lingsar, H. Kamarudin, akhir pekan kemarin.


Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kecamatan, dan kecamatan pun sudah siap untuk stand by. Namujn sayangnya, usulan itu tak kunjung direalisasikan hingga saat ini, seiring dengan pergantian kepala daerah dan OPD. Politisi Nasdem itu berharap agar Pemkab merealisasikan unit Damkar di Narmada, untuk bisa mencakup Narmada dan Lingsar. Terlebih saat ini musim kemarau dan fenomena El Nino cukup rawan memicu kebakaran.


Hal senada disampaikan Kepala Desa Nyurlembang Lukma Nul Hakim. Atas nama Forum Kades Kecamatan Narmada, pihaknya telah mengusulkan kepada Pemkab pada era pemerintahan Bupati Fauzan Khalid saat itu, bersamaan dengan usulan UPT Damkar di Gunungsari. “Karena di desa kami pernah kejadian juga (kebakaran), mengakibatkan satu keluarga hanya tersisa satu. Istri anak meninggal karena kebakaran itu,” tegas dia.


Kejadian kebakaran sangat fatal merenggut korban jiwa, diakibatkan lambannya penanganan. Keterlambatan penanganan karena terkendala jarak tempuh yang sangat jauh tim Damkar ke daerah itu. Jarak tempuh dari Damkar di Gerung ke Narmada membutuhkan waktu 30 menit lebih.


Menurutnya, bisa jadi Tim Damkar cepat dalam merespons musibah kebakaran di wilayah tersebut. Tetapi akibat jarak yang jauh, ditambah padatnya arus transportasi ke wilayah itu, sehingga penanganan pun menjadi lamban. Atas dasar itulah, pihaknya bersama para Kades di wilayah itu mendesak segera dibentuk UPT di Narmada.


“Karena itu kami di desa sangat berharap kepada perwakilan kami termasuk pak dewan, khususnya dapil Narmada-Lingsar untuk terus menyuarakan dan memperjuangkan UPT damkar di Narmada,” harapnya.


Pihaknya berharap agar UPT Damkar itu bisa terealisasi tahun ini, terlebih lagi kecamatan Narmada memiliki daerah luas dengan 21 desa, terbanyak di Lobar. Ditambah lagi dengan Kecamatan Lingsar.


Menurutnya, semua pihak tidak ingin terjadi musibah kebakaran. Namun, hal ini harus menjadi pelajaran dan bahan evaluasi Pemkab agar lebih tanggap lagi dalam penanganan kebakaran ini. Apalagi, kejadian kebakaran itu menyebabkan korban jiwa.


Hal senada disampaikan Kepala Desa Peresak, Bahri. Menurutnya, UPT Damkar di wilayah Narmada sangat mendesak mengingat sering terjadi kebakaran, tetapi penanganan lamban akibat jarak tempuh.


Sementara itu, Wakil Bupati Lobar, Hj. Nurul Adha dalam kunjungannya ke rumah warga yang terbakar di Peresak Narmada, juga menerima aspirasi terkait UPT Damkar tersebut. Pihaknya pun merespons dengan segera membahas dengan OPD. “Ya segera kami bahas soal itu (UPT Damkar),” imbuhnya. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO